Menu

Mode Gelap

Perkara · 23 Mei 2026 13:28 WITA ·

Tenggelam di Sungai, Bocah 5 Tahun di Labuan Amas Utara HST Meninggal Dunia


 Tenggelam di Sungai, Bocah 5 Tahun di Labuan Amas Utara HST Meninggal Dunia Perbesar

HULU SUNGAI TENGAH – Seorang anak perempuan berusia lima tahun di Deaa Kadundung, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), tewas diduga akibat tenggelam di sungai, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 12.30 Wita.

Peristiwa terjadi di wilayah RT 06 RW 03, Desa Kadundung.

Hari itu, suasana berjalan seperti biasa, hingga ibu korban berniat memasak di rumah kakek yang letaknya persis berada di seberang jalan.

Shingga bocah berinisial RAP, ditinggal sendirian sejenak di dalam rumah tanpa pendampingan.

Tak disangka, saat sang ibu kembali melangkah masuk ke dalam rumah, putri kesayangannya tak lagi terlihat di tempat semula.

Hati seorang ibu seketika berdebar kencang, rasa cemas menyelimuti, dan ia segera berteriak memanggil serta meminta bantuan kerabat dan warga sekitar untuk ikut mencari.

Pencarian dilakukan dengan tergesa-gesa ke segala arah, menyusuri setiap sudut halaman dan jalan setapak di sekitar pemukiman, hingga akhirnya mata warga tertuju ke arah tepian sungai yang tak jauh dari rumah.

Di sana, tubuh mungil si kecil ditemukan terlungkup di dalam aliran air yang sedang deras, akibat hujan yang turun berhari-hari.

Air sungai yang keruh dan berarus kencang saat itu bagaikan raksasa yang tak terlihat, diam-diam membawa bahaya dan merenggut nyawa anak polos dalam sekejap mata.

Dengan tangan gemetar dan hati hancur berkeping-keping, ibu korban bersama warga segera mengangkat tubuh si kecil dan bergegas membawanya menuju Puskesmas Pantai Hambawang, berharap masih ada setitik harapan agar nyawanya bisa diselamatkan.

Namun takdir berkata lain. Begitu tiba di fasilitas kesehatan dan diperiksa oleh tenaga medis, napas mungil itu telah berhenti selamanya, meninggalkan isak tangis dan ratapan yang tak terkatakan dari orang-orang yang mencintainya.

Peristiwa memilukan ini segera mendapat perhatian aparat setempat.

Kapolsek Labuan Amas Utara AKP Ahmad Priadi beserta anggotanya, serta jajaran Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara yang dipimpin Kapten Inf Rudi Hartono, segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan dan penanganan sesuai prosedur.

“Keluarga telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah yang tak terelakkan, serta menyatakan keberatan jika dilakukan tindakan otopsi. Setelah seluruh keterangan dan data tercatat lengkap, seluruh personel kembali ke pos masing-masing,” ujar AKP Ahmad Priadi.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon juga ikut merasakan kepedihan dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga.

“Jangan pernah membiarkan anak-anak bermain atau berjalan sendirian, apalagi mendekati aliran air, sungai atau selokan, dan larang mereka untuk bermain air saat debit air sedang tinggi dan meluap, sebab bahaya selalu mengintai di tempat yang tak disangka-sangka,” tegasnya.

Musibah ini menjadi pengingat paling pedih bagi seluruh masyarakat, bahwa kewaspadaan dan pengawasan penuh adalah benteng terkuat untuk melindungi nyawa anak-anak, agar tak ada lagi air mata dan duka yang harus tercurah di tepian sungai. (mdr)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut Jalan Lingkar Barabai: Pengemudi Pikap Positif Narkoba, Resmi Jadi Tersangka

22 Juli 2026 - 13:59 WITA

Kebakaran Rumah di Pandawan Kembali Terjadi, Koordinasi Pelaporan Relawan Disorot

16 Juli 2026 - 06:05 WITA

Sidang Kasus Penggal Kepala di Desa Ulang Loksado, Keterangan Saksi Bertolak Belakang

14 Juli 2026 - 00:42 WITA

Diduga Mengantuk, Pikap Hantam Fortuner di Titik Rawan Kecelakaan Banua Jingah

11 Juli 2026 - 08:42 WITA

Tiga Tewas Tertabrak Pikap di Barabai, Polisi Selidiki Dugaan Alkohol

9 Juli 2026 - 10:50 WITA

Tiga Orang Tewas Usai Pikap Hantam Warung Kopi di Barabai

9 Juli 2026 - 10:44 WITA

Trending di Perkara