DPRD Hulu Sungai Selatan

DPRD Dorong Selesaikan Pembebasan Lahan Jembatan Alternatif Daha

HULU SUNGAI SELATAN – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Syarifudin, terus memperhatikan dan mengawal rencana pembangunan jembatan penghubung alternatif di Daha.

Jembatan tersebut diproyeksikan menjadi solusi utama, dalam mengurai kemacetan lalu lintas.

Jembatan alternatif merupakan aspirasi mendesak masyarakat, untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di Jembatan Andi Tanjang dan Teluk Masjid.

Syarif mengharapkan, pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan di wilayah Daha dapat ditindaklanjuti.

“Rencana pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan ini sudah ada sejak 2024, namun hingga kini belum juga tuntas,” terangnya.

WTP ke-13 Berturut-turut, DPRD HSS Harapkan Dorong Kualitas Pembangunan

Pihaknya mempertanyakan keterlambatan ini, mengingat anggaran yang dialokasikan tergolong besar. Pada APBD 2025 telah dianggarkan sebesar Rp12 miliar, disusul alokasi Rp5 miliar pada APBD 2026.

Syafrudin juga menekankan, proyek tersebut selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati HSS, yakni “Membangun Desa Menata Kota”.

Ia berharap, pihak eksekutif segera mengambil langkah tegas, terkait pembebasan lahan agar pembangunan fisik bisa segera dimulai.

“Hal ini agar akses jalan desa tidak lagi macet, kami pun merasakan kondisi tersebut setiap hari saat berangkat kerja dari Negara menuju Kandangan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten HSS H Muhammad Noor, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang diperjuangkan Komisi I.

DPRD HSS Imbau Pemkab Perbanyak Program Pelatihan Usaha

Meski demikian, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara mendalam, karena kendala yang dihadapi berkaitan dengan persoalan teknis. (*)

(Advetorial DPRD Kabupaten HSS)