HULU SUNGAI TENGAH – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Banua Jingah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), telah menjangkau 3.754 penerima manfaat.
Program di bawah naungan Yayasan Al Futuwwah Kandangan tersebut, mulai beroperasi sejak diresmikan pada 18 Maret 2025, dan hingga kini terus memperluas jangkauan layanan di berbagai wilayah HST.
Kepala SPPG Banua Jingah, Rahmi Hidayat mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pengelola program, sekolah, kader kesehatan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan di lapangan.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap porsi makanan bergizi yang didistribusikan selalu higienis, tepat waktu, dan benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan,” ujar Rahmi, Rabu (10/6/2026).
Dari total 3.754 penerima manfaat, sebanyak 3.413 orang berasal dari sektor pendidikan, sementara 340 lainnya merupakan kelompok rentan yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sisanya dialokasikan bagi tenaga kependidikan.
Porsi terbesar disalurkan ke satuan pendidikan mulai tingkat taman kanak-kanak hingga madrasah aliyah.
Program ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas kesehatan peserta didik melalui penyediaan asupan bergizi secara rutin.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, distribusi dilakukan ke TK Kartika sebanyak 22 porsi, TK Cendrawasih 38 porsi, dan TK Merpati 27 porsi. Sementara di tingkat sekolah dasar, penyaluran mencakup SDN Banua Binjai, SDN 1 Barabai Barat, SDN Barabai Utara, dan SDN Banua Jingah.
Untuk jenjang pendidikan menengah, MIN 8 HST menerima 799 porsi, SMP 27 HST sebanyak 60 porsi, MTsN 2 HST mencapai 992 porsi, serta MAN 1 HST sebanyak 953 porsi. Jumlah tersebut menjadikan sektor pendidikan sebagai penerima manfaat terbesar dalam program ini.
Pemberian makanan bergizi secara berkala dinilai penting untuk mendukung konsentrasi belajar, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
Selain menyasar lingkungan sekolah, SPPG Banua Jingah juga menjalankan intervensi gizi bagi keluarga melalui program 3B yang difokuskan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program tersebut menjangkau 340 penerima manfaat yang tersebar di delapan Posyandu pada sejumlah desa. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan masalah gizi dan penurunan risiko stunting sejak masa kehamilan hingga usia dini.
Di Desa Ayuang, layanan diberikan melalui Posyandu Dahlia dan Posyandu Sari Bunga. Sementara di Desa Banua Jingah penyaluran dilakukan melalui Posyandu Merpati dan Posyandu Cenderawasih.
Cakupan layanan juga meliputi Desa Babai melalui Posyandu Mawar dan Posyandu Anggrek, serta wilayah Bakapas melalui Posyandu Cendrawasih dan Posyandu Mawar. Seluruh titik layanan mendapat pendampingan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Sejak beroperasi, SPPG Banua Jingah terus memperkuat sistem logistik dan pengelolaan distribusi. Pemanfaatan pemetaan digital turut diterapkan guna meningkatkan akurasi data, mempercepat pengiriman, serta menjaga kualitas makanan hingga sampai kepada penerima manfaat.
“Nutrisi yang seimbang adalah modal utama anak-anak kita agar bisa menyerap pelajaran dengan optimal tanpa kendala kelelahan. Melalui menu harian yang teratur ini, kita sedang berinvestasi besar pada kualitas masa depan generasi muda di Hulu Sungai Tengah,” tutup Rahmi. (mdr)







