Hulu Sungai Tengah – SPBU Mandingin di Barabai mencatat lonjakan signifikan pengguna Pertalite seiring dengan pergeseran preferensi masyarakat yang lebih mengutamakan efisiensi biaya bahan bakar.
Wawancara eksklusif dengan Penanggung Jawab Operasional SPBU Mandingin, Purwadi, dilakukan pada Selasa, 28 Juli 2026, di kantor operasional stasiun pengisian tersebut.
Purwadi mengungkapkan bahwa rata-rata kedatangan stok Pertalite mencapai 8.000 hingga 16.000 liter per kiriman, yang langsung habis terjual dalam waktu singkat setiap harinya.
Jika pasokan datang pada sore hari, antrean kendaraan akan terus berdatangan hingga jam operasional tutup pukul 21.00 WITA, menandakan tingginya permintaan masyarakat lokal.
Ia mencatat adanya pergeseran pola konsumsi sebesar 30 hingga 40 persen dari pengguna Pertamax beralih ke Pertalite demi alasan ekonomis yang lebih rasional.
Meski demikian, segmen pengguna Pertamax tetap stabil karena didominasi oleh pemilik kendaraan yang fanatik terhadap merek atau khawatir mesinnya rusak jika menggunakan bahan bakar lain.
Perhitungan matematis sederhana menunjukkan bahwa selisih harga Rp2.000 per liter memberikan penghematan drastis, terutama bagi pengguna mobil dengan kapasitas tangki besar.
Sebagai contoh, pengisian 30 liter untuk mobil jenis MPV seperti Avanza dapat menghemat anggaran hingga ratusan ribu rupiah dibandingkan menggunakan produk premium.
Untuk menjaga kelancaran distribusi dan mencegah penimbunan, SPBU ini menerapkan kebijakan pembatasan pembelian maksimal 30 liter untuk mobil dan 5 liter untuk sepeda motor.
Regulasi internal ini sejalan dengan kuota nasional Pertamina yang membatasi pembelian subsidi hingga 120 liter per plat nomor dalam satu hari untuk mencegah praktik penyaluran ilegal.
Purwadi mengakui adanya potensi modus “melansir” atau mengisi bergantian di beberapa SPBU untuk mengakali batas kuota, namun hal itu sulit dipantau secara real-time oleh petugas lapangan.
Berbeda dengan solar yang memiliki sistem pengawasan ketat berbasis digital dan risiko pemblokiran kartu, mekanisme pengawasan Pertalite masih mengandalkan kewaspadaan manual petugas.
Dari sisi pelayanan, SPBU Mandingin unggul dengan menyediakan empat jalur pengisian aktif, terdiri dari dua jalur khusus sepeda motor dan dua jalur untuk mobil.
Kecepatan layanan ini menjadi daya tarik utama bagi pengendara yang sering menjumpai kemacetan panjang di SPBU lain yang hanya mengoperasikan satu nozel meskipun memiliki banyak lajur. (MDR)



