Jumat, 24 Jul 2026
light_mode

Bulog HST Optimistis Kejar Target 9.345 Ton Beras, Andalkan Potensi Sawah Lebak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 25

Hulu Sungai Tengah – Perum Bulog Kantor Cabang Hulu Sungai Tengah (HST) optimistis mampu memenuhi target pengadaan beras tahun 2026 sebesar 9.345 ton dengan memaksimalkan penyerapan hasil panen dari kawasan sawah lebak di sejumlah daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Perum Bulog HST, Muhammad Riza Wahyudi Al-Akram, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026) sore. Ia menegaskan, strategi pengadaan tahun ini difokuskan pada daerah-daerah yang memiliki potensi produksi padi cukup besar.

Hingga 22 Juli 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras tercatat telah mencapai 4.039 ton setara beras. Capaian itu menjadi modal penting bagi Bulog untuk mengejar target yang telah ditetapkan sepanjang tahun ini.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, angka tersebut mengalami kenaikan menjadi 104 persen. Pada waktu yang sama tahun lalu, pengadaan baru mencapai 3.925 ton setara beras.

Bahkan, apabila dibandingkan dengan total realisasi pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 4.287 ton, capaian tahun ini sudah menyentuh sekitar 94,23 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tren penyerapan yang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski target pengadaan 2026 melonjak tajam dari 2.550 ton menjadi 9.345 ton, Bulog HST tetap yakin sasaran tersebut dapat direalisasikan melalui pola penyerapan yang lebih agresif dan terarah.

“Kami optimistis target pengadaan tahun ini dapat tercapai dengan memaksimalkan potensi sawah lebak yang tersebar di sejumlah wilayah kerja kami,” ujar Muhammad Riza Wahyudi Al-Akram.

Untuk mendukung target tersebut, Bulog HST memprioritaskan penyerapan gabah petani di kawasan sentra produksi sawah lebak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terutama Kecamatan Pandawan dan Labuan Amas Utara (LAU).

Selain HST, pengadaan juga diperkuat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang dikenal memiliki hamparan lahan lebak produktif dengan potensi panen yang cukup besar.

Sementara itu, wilayah Daha atau Nagara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), serta kawasan Candi Laras dan Margasari di Kabupaten Tapin, juga menjadi daerah strategis yang diandalkan dalam mendukung penyerapan gabah lokal.

Di sisi lain, kondisi stok beras yang dikelola Bulog HST hingga 22 Juli 2026 dipastikan berada dalam kategori aman. Total ketersediaan beras saat ini mencapai 6.735 ton untuk memenuhi kebutuhan penyaluran.

Jumlah tersebut terdiri atas stok eksisting sebanyak 3.135 ton, ditambah pasokan yang masih dalam perjalanan serta potensi pengadaan lokal sebesar 3.600 ton. Ketersediaan itu dinilai cukup untuk menjaga kelancaran distribusi pangan.

“Stok operasional yang kami miliki dipastikan mampu memenuhi kebutuhan penyaluran kepada masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, sehingga stabilitas pasokan pangan tetap terjaga,” pungkasnya. ( MDR )

  • Penulis: Tim Redaksi
expand_less