Hulu Sungai Tengah – Rentetan kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sepanjang September, dengan kejadian terbaru menghanguskan rumah warga di Desa Lunjuk.
Kebakaran terbaru terjadi Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 20.25 WITA di Jalan Kapt. Inf. Desa Lunjuk RT 05/RW 02, Kecamatan Batang Alai Selatan.
Api menghanguskan rumah milik Tajudin yang merupakan bangunan kayu hingga 100 persen. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Bangunan tersebut tercatat dihuni dua kepala keluarga dengan total dua jiwa. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Petugas bersama unsur terkait melakukan penanganan di lokasi untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bangunan di sekitar permukiman.
Plt Kepala Pelaksana BPBD HST Ahmad Fathoni melalui Kasi Kedaruratan BPBD HST Fitriadinnor mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penggunaan listrik, kompor, dan sumber api lainnya di rumah.
“Kami mengimbau masyarakat selalu memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman. Kompor maupun sumber api lainnya juga jangan ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujar Fitriadinnor.
Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar. Informasi yang cepat dan jelas diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.
“Kalau melihat kebakaran, segera laporkan kepada petugas dan sampaikan lokasi dengan jelas. Jangan menunggu api membesar karena penanganan sejak awal sangat penting untuk mencegah api merembet,” katanya.
Sebelum kejadian di Desa Lunjuk, kebakaran telah beberapa kali terjadi di wilayah HST selama September. Peristiwa tersebut antara lain terjadi di Roko, Pasar Burung, Kelurahan Barabai Utara pada 2 September dan Desa Bakti, Kecamatan Batu Benawa pada 6 September.
Kebakaran berikutnya terjadi di Desa Teluk Masjid, Sungai Gatal, Kecamatan Haruyan pada 7 September serta Desa Panggang Marak, Kecamatan Labuan Amas Selatan pada 9 September. Sehari berikutnya, kebakaran kembali dilaporkan di Desa Sungai Jaranih, Kudung, Kecamatan Labuan Amas Selatan.
Rentetan kejadian kemudian berlanjut di Mualimin, Kelurahan Barabai Darat pada 13 September dan Birayang Timur, Kecamatan Batang Alai Selatan pada 14 September. Kebakaran juga terjadi di Murung Taal serta Tabudarat Hilir, Kecamatan Labuan Amas Selatan, masing-masing pada 15 dan 16 September.
Pada 17 September, kebakaran kembali terjadi di Banua Binjai sebelum disusul kejadian terbaru di Desa Lunjuk. Rangkaian peristiwa tersebut menjadi pengingat agar kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi menjadi perhatian setiap hari di lingkungan permukiman. (MDR)




