Hulu Sungai Tengah – Seorang balita perempuan berusia sekitar tiga tahun ditemukan tenggelam di aliran sungai kawasan Jalan Hevea, Kelurahan Barabai Darat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 17.45 Wita di Jalan Hevea RT 04 RW 02, Kelurahan Barabai Darat, Kecamatan Barabai. Korban diketahui bernama Eliza Talita Duratul, warga Desa Ta’al, Kecamatan Labuan Amas Selatan.
Informasi kejadian diterima anggota BPBD dan Damkar HST pada waktu yang sama melalui grup WhatsApp. Saat laporan masuk, korban disebut telah ditemukan warga dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji Damanhuri (RSHD) Barabai untuk mendapatkan pertolongan medis.
Petugas kemudian bergerak menuju rumah sakit dan tiba sekitar pukul 17.56 Wita. Kedatangan petugas dilakukan untuk memastikan kondisi korban sekaligus menggali informasi mengenai kronologi kejadian dari pihak keluarga.
Menurut keterangan kakek korban, cucunya biasanya berada bersamanya pada waktu sore menjelang buka warung. Namun pada hari itu, keberadaan korban tidak terlihat sehingga sang kakek tetap melanjutkan aktivitas tanpa menaruh kecurigaan.
Kondisi mulai membuat keluarga panik ketika kakek korban kembali ke rumah untuk mengambil keperluan warung. Nenek korban kemudian menanyakan keberadaan cucunya yang ternyata sejak beberapa waktu sebelumnya tidak diketahui.
Kakek korban selanjutnya berinisiatif melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah. Upaya tersebut mengarah ke tepian sungai setelah ia menemukan sandal milik korban berada di dekat aliran air.
Kecurigaan semakin kuat sehingga pencarian diperluas dengan melibatkan tetangga dan relawan. Mereka menyisir aliran sungai hingga akhirnya menemukan korban sekitar 10 meter dari titik awal pencarian.
Korban kemudian segera dievakuasi dan dilarikan ke RSHD Barabai. Petugas medis langsung melakukan tindakan untuk memberikan pertolongan setelah balita tersebut tiba di rumah sakit.
Namun upaya penyelamatan belum membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.25 Wita, pihak RSHD Barabai menyatakan korban meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis.
Plt Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST Ahmad Fathoni melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar HST, Firmansyah, menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika beraktivitas di sekitar sungai atau lokasi yang memiliki risiko kecelakaan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak lengah mengawasi anak-anak, terutama di sekitar sungai. Jika berada dekat aliran air, pastikan anak selalu dalam jangkauan pengawasan orang dewasa,” ujar Firmansyah.
Ia mengimbau keluarga yang tinggal di sekitar sungai untuk tidak membiarkan anak bermain seorang diri, termasuk saat orang dewasa sedang melakukan aktivitas rumah tangga maupun pekerjaan lainnya. Pengawasan langsung dinilai penting karena kejadian serupa dapat berlangsung dalam waktu singkat.
BPBD dan Damkar HST juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas apabila menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan. Kewaspadaan bersama di lingkungan tempat tinggal diharapkan dapat mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (MDR)




