DPRD Hulu Sungai Tengah

Bantu Korban Kebakaran Mahang Sungai Hanyar, DPRD HST Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Hulu Sungai Tengah – Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dari Fraksi NasDem menyalurkan bantuan sembako kepada warga korban kebakaran di Desa Mahang Sungai Hanyar, Kecamatan Pandawan, sekaligus mendorong penguatan upaya pencegahan bencana.

Penyerahan bantuan dilakukan Yajid Fahmi bersama Salhah pada Senin (12/10/2026), empat hari setelah kebakaran melanda permukiman tersebut pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 15.22 WITA, tepatnya di RT 006/RW 003.

Peristiwa itu menghanguskan empat rumah, terdiri atas tiga rumah yang dihuni warga dan satu bangunan kosong. Berdasarkan laporan penanganan bencana, seluruh bangunan mengalami kerusakan hingga 100 persen, sehingga sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal beserta harta benda mereka.

Tiga rumah yang dihuni warga masing-masing milik Jumrain, Rahmadi, dan Fatimah. Rumah Jumrain dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa, Rahmadi bersama keluarganya terdiri atas lima jiwa, sedangkan rumah Fatimah dihuni dua jiwa. Satu rumah kosong milik Misrah juga ikut terbakar.

Dampak kebakaran tidak hanya berupa kerusakan bangunan. Sejumlah dokumen penting milik keluarga turut hangus, sementara seorang warga bernama Muhammad Ikhtiar mengalami luka bakar pada tangan kanan dan dievakuasi ke RSUD H. Damanhuri Barabai untuk mendapatkan perawatan medis.

Rumah Warga Tabudarat Hulu Terbakar, Jalur Provinsi HST Sempat Macet Total

Melihat kondisi tersebut, Yajid Fahmi menyampaikan bahwa bantuan sembako yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan barang berharga.

“Nilainya mungkin tidak terlalu banyak, tetapi mudah-mudahan ini berarti bagi korban musibah,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban selama menjalani masa pemulihan. Menurutnya, dukungan kepada warga terdampak perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata untuk mengurangi risiko kebakaran di wilayah HST.

Yajid menyoroti keterbatasan sumber air sebagai salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi sumur yang mulai mengering dan debit sungai yang menurun dapat menyulitkan masyarakat ketika harus melakukan pemadaman awal sebelum petugas tiba.

“Pemerintah daerah bersama pemerintah desa perlu memikirkan penyediaan sumur sebagai sumber air cadangan, sehingga masyarakat bisa melakukan penanganan awal sebelum petugas datang,” katanya.

Fraksi DPRD HST Ingatkan Pemda, Jangan Kejar PAD dengan Membebani Rakyat

Ia mendorong DPRD, pemerintah daerah, dan pemerintah desa membahas penyediaan sumber air di kawasan permukiman berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Ketersediaan air yang memadai dinilai penting untuk mendukung respons awal dan mencegah api merambat ke bangunan lain.

Selain sarana pendukung, Yajid mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas. Pemeriksaan instalasi listrik, kondisi kabel, serta penggunaan peralatan rumah tangga perlu dilakukan secara berkala untuk mengurangi risiko munculnya sumber api.

Ia juga menilai edukasi kebencanaan dan koordinasi antara warga, aparat desa, relawan, serta petugas pemadam kebakaran perlu diperkuat. Masyarakat harus mengetahui jalur evakuasi, cara melaporkan kejadian, dan tindakan aman yang dapat dilakukan ketika kebakaran terjadi.

Penyaluran bantuan sembako tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah. Yajid berharap kejadian di Mahang Sungai Hanyar mendorong perhatian lebih besar terhadap kesiapan sarana pemadaman dan langkah mitigasi, sehingga risiko kebakaran serta kerugian yang ditimbulkan dapat ditekan di masa mendatang. (MDR)

Empat Rumah Ludes Terbakar di Pandawan, Warga HST Kembali Diterpa Musibah