Perkara

17 Hari, 10 Kebakaran Terjadi di HST, Banua Binjai Diguncang Api

Hulu Sungai Tengah – Sedikitnya 10 kebakaran rumah dan permukiman tercatat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) hanya dalam 17 hari September 2026.

Kejadian terbaru berlangsung Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 23.00 WITA di Jalan Bulau Indah Baru, RT 09 RW 05, Komplek Al Umm, Desa Banua Binjai, Kecamatan Barabai. Dua rumah warga terdampak kobaran api dalam peristiwa tersebut.

Rumah Usman menjadi bangunan yang mengalami kerusakan paling berat. Rumah kayu yang dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa itu terbakar hingga 100 persen.

Api juga merusak rumah Abdurahman yang berada di sekitar lokasi. Bangunan kayu tersebut mengalami kerusakan sekitar 75 persen dan dihuni satu kepala keluarga dengan enam jiwa.

Sementara rumah Nor Ipansyah mengalami kerusakan sekitar lima persen. Sebagian dinding rumah sengaja dirobohkan untuk mencegah api menjalar dan mengantisipasi kobaran yang lebih besar.

Pembunuhan Sadis di Loksado, Majelis Hakim PN Kandangan Bacakan Putusan Terdakwa Senin Besok

Informasi awal kebakaran disampaikan Zainal, anggota Tagana HST. Hingga data tersebut dihimpun, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Api diduga berasal dari rumah Usman, tepatnya dari tempat memasak nasi pundut yang digunakan untuk mendukung usaha pembuatan makanan tersebut. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang warga setempat yang tidak bersedia disebutkan namanya menduga api terlambat diketahui karena penghuni rumah sedang tertidur. “Mungkin karena ketiduran sehingga tidak bisa melihat kondisi api di tempat pemasakan tersebut,” ujarnya.

Kebakaran di Banua Binjai menambah daftar panjang kejadian serupa sepanjang September. Dalam 17 hari pertama bulan ini, laporan kebakaran telah muncul hampir setiap beberapa hari di wilayah berbeda.

Rangkaian kejadian diawali kebakaran di Roko, Pasar Burung, Kelurahan Barabai Utara, pada 2 September, kemudian Desa Bakti, Kecamatan Batu Benawa, 6 September, dan Desa Teluk Masjid, Sungai Gatal, Kecamatan Haruyan, pada 7 September.

Usai Kebakaran, Pemkab HST Siapkan Santunan Rp15 Juta untuk Rumah Rusak Berat

Selanjutnya, kebakaran terjadi di Desa Panggang Marak, Kecamatan Labuan Amas Selatan, pada 9 September dan Sungai Jaranih, Kudung, pada 10 September. Pada 13 September, kebakaran berskala kecil juga terjadi di Mualimin, Kelurahan Barabai Darat.

Sehari kemudian, api melanda Birayang Timur, Kecamatan Batang Alai Selatan. Kebakaran berikutnya terjadi di Murung Taal, Kecamatan Labuan Amas Selatan, pada 15 September, disusul Tabudarat Hilir pada 16 September.

Dengan kejadian di Banua Binjai, jumlah kebakaran yang tercatat sepanjang September mencapai 10 kasus. Rentetan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dan menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran masih perlu ditingkatkan.

Masyarakat diingatkan tidak meninggalkan kompor, tungku, atau tempat pemasakan dalam kondisi menyala tanpa pengawasan, terutama ketika aktivitas memasak dilakukan untuk keperluan usaha. Pemeriksaan instalasi listrik dan sumber panas di rumah juga penting dilakukan untuk mencegah kebakaran sejak dini. (MDR)

Kebakaran Melanda Murung Taal, Empat Rumah Warga Tak Terselamatkan