Perkara

Kebakaran Melanda Murung Taal, Empat Rumah Warga Tak Terselamatkan

Oplus_0

Hulu Sungai Tengah – Kondisi kering membuat kebakaran di Desa Murung Taal, Hulu Sungai Tengah (HST), menjadi pertarungan berat bagi warga dan petugas pemadam.

Peristiwa itu terjadi Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.13 Wita di RT 05, RW 03, Desa Murung Taal, Kecamatan Labuan Amas Selatan. Api menghanguskan empat rumah warga hingga seluruh bangunan mengalami kerusakan 100 persen.

Rumah yang terbakar masing-masing milik Basuni, Asmah, Misbah, dan Saipul Rahman. Tiga rumah berbahan kayu, sedangkan satu lainnya merupakan bangunan semipermanen.

Kobaran api yang menyentuh bangunan berbahan mudah terbakar membuat upaya penyelamatan menjadi berpacu dengan waktu. Sejumlah dokumen penting milik para korban juga tidak luput dari kobaran api.

Di tengah proses pemadaman, petugas menghadapi persoalan lain. Musim kemarau membuat sumber air di sekitar lokasi sulit ditemukan, sementara kebutuhan air untuk menjinakkan api terus meningkat.

Dua Tahun Beruntun Juara Kapolres HST Cup, Bang Jack Soroti Konsistensi SMAN 3 Barabai

Petugas yang mengoperasikan mesin pompa portabel harus mencari sumber air yang masih tersedia. Bantuan sejumlah mobil tangki kemudian dikerahkan untuk menjaga pasokan air selama proses pemadaman berlangsung.

Tidak hanya persoalan air, akses menuju lokasi juga menjadi hambatan. Perbaikan jembatan menyebabkan kendaraan pemadam harus menggunakan jalur alternatif dan memutar sebelum mencapai titik kebakaran.

Plt Kepala Pelaksana BPBD HST Ahmad Fathoni melalui Kasi Kedaruratan Fitriadinnor mengatakan kondisi cuaca dan akses menjadi dua faktor yang memperberat penanganan di lapangan.

“Situasi kemarau membuat sumber air cukup sulit ditemukan, ditambah akses menuju lokasi harus memutar karena ada perbaikan jembatan. Untuk mendukung pemadaman, sejumlah mobil tangki juga berdatangan membawa pasokan air,” ujar Fitriadinnor.

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas bersama unsur terkait terus melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah itu dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Kapolres HST Cup 2026 Ditutup, Regenerasi Sepak Bola Pelajar Dimulai

Kebakaran Murung Taal bukan kejadian tunggal sepanjang September ini. Data BPBD dan Damkar HST mencatat beberapa kebakaran permukiman terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.

Pada 6 September, lima rumah di Desa Bakti, Kecamatan Batu Benawa, terbakar. Empat hari kemudian, kebakaran di Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan, menghanguskan 11 rumah dan satu gudang.

Kebakaran kembali terjadi di Desa Birayang Timur, Kecamatan Batang Alai Selatan, pada 14 September dengan tiga rumah terbakar. Sehari berselang, empat rumah di Murung Taal menambah daftar kerugian akibat kebakaran.

Dalam periode 6 hingga 15 September 2026, sedikitnya 23 rumah dan satu gudang tercatat terbakar dalam empat kejadian tersebut. Rentetan peristiwa ini terjadi saat kondisi lingkungan masih kering dan sumber air relatif sulit diperoleh.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Permukiman dengan dominasi bangunan kayu membutuhkan perhatian lebih, terutama terhadap instalasi listrik, penggunaan api, dan berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. (MDR)

Kabut Asap Tebal, Satlantas Polres HST Ingatkan Ojol Waspada Saat Berkendara