Hulu Sungai Tengah – Kabut asap tebal kembali menyelimuti Barabai, sementara dugaan sumbernya mengarah ke kebakaran lahan di wilayah Pulau Damar, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Kondisi tersebut terpantau pada Sabtu malam (12/9/2026), ketika sejumlah kawasan di Barabai mulai diselimuti asap yang terlihat cukup pekat.
Pantauan media ini di beberapa titik menunjukkan kabut asap tampak menutupi lingkungan permukiman hingga kawasan yang menjadi jalur aktivitas warga.
Kemunculan asap cukup kontras dengan kondisi pada siang hari yang relatif normal. Perubahan itu sebagian warga terkejut karena kabut baru terasa semakin tebal ketika malam.
Mansur, warga Barabai, mengatakan kondisi cuaca sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda adanya asap pekat yang akan menyelimuti wilayah tersebut.
“Padahal siang tadi cuaca cukup bersahabat, eh tahunya malam kabutnya tebal,” ujar Mansur.
Kabut asap kembali menjadi perhatian karena wilayah Kalimantan Selatan masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi kering.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebut kebakaran lahan terjadi di kawasan Pulau Damar, HSU. Kobaran api di lokasi tersebut disebut cukup besar sehingga menghasilkan kepulan asap.
Asap dari kebakaran lahan dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah lain. Namun, hubungan antara kebakaran di Pulau Damar dan kabut asap yang muncul di Barabai masih perlu dipastikan melalui pemantauan kondisi lapangan.
Atma, warga lainnya, menduga asap yang masuk ke Barabai berkaitan dengan kebakaran lahan di wilayah tersebut.
“Di kawasan Pulau Damar, Kabupaten HSU, saat ini terjadi kebakaran lahan yang cukup parah. Mungkin saja asapnya sampai ke Kota Barabai,” kata Atma.
Dugaan itu menjadi perhatian karena jarak antardaerah memungkinkan asap menyebar mengikuti arah angin, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung pergerakannya.
Jika kabut asap bertahan atau semakin pekat, dampaknya tidak hanya dirasakan warga di dalam rumah, tetapi juga dapat mengganggu pengguna jalan akibat berkurangnya jarak pandang.
Masyarakat berharap penanganan terhadap kebakaran lahan dapat dilakukan segera, terutama pada titik api yang berpotensi menghasilkan asap dan menyebar ke kawasan permukiman.
Sementara itu, penyebab pasti kabut asap yang menyelimuti Barabai masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait agar sumber dan sebarannya dapat diketahui secara akurat. (MDR)




