Hulu Sungai Tengah

Wabup HST Buka Musda LPTQ 2026

HULU SUNGAI TENGAH – Wakil Bupati (Wabup) Hulu Sungai Tengah (HST) Gusti Rosyadi Elmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Minggu (15/2/2026) di Auditorium Sekretariat Daerah HST.

Musda bertujuan membangun masyarakat religius, lestari, dan bermartabat melalui ajaran Al-Qur’an serta menekankan pentingnya kesucian niat dalam setiap perbuatan.

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten HST, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, seluruh Camat se-Kabupaten, Kepala Kantor Urusan Agama, dan pengurus LPTQ tingkat lokal.

Musda digelar setiap lima tahun, menjadi momentum penetapan kepengurusan baru sekaligus pembukaan serangkaian program tahunan, diakhiri dengan bacaan Basmalah yang dilantunkan bersama seluruh peserta.

LPTQ tidak hanya berfokus pada Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai wadah syiar agama, melainkan memiliki ruang lingkup yang lebih luas dalam bidang dakwah.

Lembaga ini dipercaya untuk menyebarkan pesan serta mengedukasi pentingnya Al-Qur’an, sekaligus menjembatani umat agar lebih dekat dengan kitab suci melalui strategi dan metode yang relevan serta efektif.

Kondisi keterhubungan masyarakat dengan Al-Qur’an saat ini dinilai sangat memprihatinkan oleh Wabup.

“Sesungguhnya umatku telah menjadikan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang mahjur,” ujarnya mengutip firman Allah yang diriwayatkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Halalbihalal, PGRI HST Jalin Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan

Hasil survei menunjukkan sebagian besar warga jarang membaca mushaf secara teratur, hanya sebagian kecil yang melaksanakan aktivitas tersebut setiap hari.

Situasi serupa juga terjadi di kalangan pelajar.

Dari 3.600 siswa Sekolah Menengah Pertama se-HST yang disurvei, sekitar 1.200 orang belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an.

“Aib kalau sampai SMP tidak bisa baca Qur’an. Aib,” tegasnya.

Permasalahan ini tidak terbatas pada jenis sekolah, baik umum maupun agama, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh komponen umat muslim.

Meskipun program penanggulangan buta huruf Al-Qur’an seperti Bimbingan Keterampilan Pembacaan dan Pemahaman Al-Qur’an bagi Masyarakat telah menunjukkan kemajuan dengan perkiraan 80 persen masyarakat Kota Barabai mampu membaca, tantangan selanjutnya adalah menumbuhkan kebiasaan membaca secara berkala.

Tingkat kepatuhan untuk membaca setiap hari juga masih rendah di kalangan Pegawai Negeri Sipil dan anggota majelis taklim.

Wabup juga mengungkapkan hubungan intrinsik antara kesalehan dengan kesejahteraan sosial masyarakat. Menurutnya, status ekonomi baik miskin maupun kaya bukan menjadi faktor penentu jika diimbangi dengan kekuatan iman yang kokoh.

Rikmin Awal Seleksi Polri 2026 di HST Diikuti 79 Peserta

Pemerintah Kabupaten HST tetap konsisten mengentaskan kemiskinan melalui program pembangunan dan renovasi rumah sebanyak 1.000 unit per tahun, dengan sistem penilaian yang transparan dan fokus pada kelompok paling berhak menerima bantuan.

Ia menekankan, pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan utama dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai pelengkap kajian keagamaan lainnya.

“Ajari anakmu untuk mencintai Al-Qur’an,” ujarnya mengingatkan pesan Rasulullah.

Selain itu, niat menjadi pijakan utama dalam setiap aktivitas, termasuk dalam pengembangan gerakan Al-Qur’an. Hadis “Innamal a’malu binniyat” dianggap para ulama sebagai pilar penting agama, karena menentukan mutu dan penerimaan amal di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan agar perlombaan MTQ tidak menyimpang dari esensi keimanan dan kesucian Al-Qur’an.

Peraturan baru telah diberlakukan untuk mencegah konflik kepentingan, seperti larangan juri memberikan penilaian jika ada keluarga atau peserta yang dibinanya tampil di ajang tersebut.

Praktik penyelewengan seperti suap dan manipulasi nilai harus dihilangkan secara tuntas agar keberkahan dari kitab suci tetap terjaga.

Polres HST Gotong-Royong Bangun Jembatan Desa Sungai Harang

Setiap individu juga diminta untuk secara rutin memohon kepada Allah agar niatnya selalu lurus dan benar, karena pada akhirnya setiap orang akan memikul tanggung jawab penuh atas seluruh amalnya di hari pembalasan. (mdr)