Perkara

Diduga Lupa Matikan Api Saat Memasak, Tiga Rumah di Jaranih HST Ludes

Hulu Sungai Tengah – Tiga rumah dan satu kandang ayam di Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah (HST), ludes dilalap api saat siang hari.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.40 Wita, Selasa (6/10/2026), di RT 02, RW 01, Desa Jaranih. Api dengan cepat membesar hingga membuat warga sekitar bergegas menyelamatkan diri dan mengamankan barang berharga dari rumah masing-masing.

Berdasarkan keterangan warga, api diduga pertama kali muncul dari rumah Arbawiyah. Sebelum kejadian, pemilik rumah disebut sedang memasak, kemudian tertidur dan baru terbangun setelah api sudah membakar sebagian bangunan.

Kondisi bangunan yang sebagian berbahan kayu membuat kobaran api cepat membesar. Cuaca panas juga diduga ikut mempercepat perkembangan api hingga merambat ke bangunan di sekitarnya.

Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya membantu penghuni rumah. Sebagian warga menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi, sementara lainnya berusaha mengantisipasi agar kobaran tidak meluas sebelum petugas tiba.

Asap Selimuti Barabai hingga Malam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Ramlan, warga sekitar, mengatakan api terlihat berasal dari rumah Arbawiyah dan sudah membesar ketika diketahui warga. “Pemilik rumah sedang memasak, kemudian tertidur dan baru terbangun ketika api sudah membakar sebagian rumah,” ujarnya.

Petugas BPBD dan Damkar HST yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman. Kondisi lokasi yang tidak jauh dari sumber air membantu petugas memasok air menggunakan mesin portable untuk mempercepat penanganan.

Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas berhasil memadamkan seluruh titik api. Proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pendataan BPBD dan Damkar HST mencatat empat bangunan terdampak, terdiri dari tiga rumah dan satu kandang ayam. Rumah H. Ardianor mengalami kerusakan 100 persen, tetapi dokumen milik keluarga berhasil diselamatkan.

Rumah Arbawiyah juga terbakar 100 persen dan sejumlah dokumen ikut hangus. Sementara rumah Hj. Norlinah beserta kandang ayam miliknya mengalami kerusakan total akibat kobaran api.

Empat Rumah Ludes Terbakar di Pandawan, Warga HST Kembali Diterpa Musibah

Tiga rumah tersebut dihuni tiga kepala keluarga dengan total tujuh jiwa. Salah satu anggota keluarga terdampak merupakan Salsabila, siswi kelas VI MIN 3 HST. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST Ahmad Fathoni melalui Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST Fitriadinnor mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api di rumah. “Jangan meninggalkan kompor saat memasak dan pastikan api benar-benar padam setelah digunakan. Periksa pula instalasi listrik secara berkala untuk mencegah kebakaran,” tegasnya.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwajib, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak lengah saat menggunakan api, terutama ketika memasak di tengah kondisi cuaca panas. (MDR)