Hulu Sungai Tengah

Pilbakal 2026 Bersih, Bupati HST: Netralitas Bukan Permintaan, Itu Kewajiban

Oplus_131072

Hulu Sungai Tengah – Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal menegaskan seluruh jajaran pelaksana Pemilihan Pembakal Serentak dan Pembakal Antar Waktu 2026 wajib menjaga netralitas mutlak serta kepatuhan ketat terhadap peraturan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Focus Group Discussion pelaksanaan pemilihan di Aula Bapperida HST, Selasa (29/9/2026).

Panitia, BPD, hingga seluruh aparatur desa dilarang berpihak, memberi tekanan, maupun memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Panitia, BPD, hingga aparatur desa dilarang keras memihak, mengintimidasi, apalagi menyalahgunakan wewenang,” tegas Samsul.

Pemilihan ini bukan sekadar pergantian pimpinan, melainkan jaminan langsung atas kelangsungan pelayanan warga dan kelanjutan pembangunan desa.

Tiga Raperda Strategis Diajukan ke DPRD HST, Pengelolaan Pajak hingga Hunian Jadi Sorotan

Setiap tahapan mulai pembentukan panitia, pemungutan suara, hingga pelantikan harus berjalan sesuai aturan hukum tanpa pengecualian sedikit pun.

Kepatuhan terhadap prosedur adalah benteng utama mencegah sengketa yang dapat menghentikan roda pemerintahan desa setelah pemilihan selesai.

Pengelolaan anggaran, baik dari APBD maupun APBDes, harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara rinci kepada masyarakat.

Khusus Pembakal Antar Waktu, musyawarah desa dilaksanakan sesuai ketentuan, dihadiri peserta yang sah, dan hasilnya dituangkan dalam dokumen resmi.

Seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri guna mengantisipasi potensi kerawanan sejak dini.

Cegah Stunting, Bupati HST Dorong Budaya Makan Ikan Dimulai dari Anak

Jika muncul perbedaan atau keberatan, penyelesaian dilakukan melalui mekanisme resmi dan musyawarah, bukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

“Kalau ada perbedaan atau keberatan, selesaikan melalui mekanisme yang ada. Jangan sampai persoalan berkembang dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Pembakal terpilih diharapkan menyatukan seluruh elemen warga, menjaga pelayanan tetap prima, melanjutkan program yang sudah berjalan, dan menyempurnakan yang belum maksimal.

FGD ini diharapkan menyamakan pandangan semua pihak, sehingga Pilbakal 2026 berjalan aman, jujur, demokratis, dan melahirkan pemimpin yang dipercaya luas untuk memajukan desa masing-masing. (MDR)

Asap Selimuti Barabai hingga Malam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat