Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memfasilitasi peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah melalui pelatihan kewirausahaan guna memperkuat ekonomi daerah.
Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Darul Istiqamah pada Selasa (7/7/2026) dan diikuti oleh 30 peserta yang merupakan penggiat usaha berbasis produk lokal unggulan.
Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM, Rapinorrahman, menyatakan peserta dipilih secara khusus untuk dijadikan percontohan bagi pelaku usaha lainnya.
“Jumlah UMKM non-pertanian di wilayah kita kini mencapai 19.000 unit, sehingga sasaran saat ini masih terbilang sedikit. Kami sedang merancang strategi agar pembinaan dapat berjalan lebih luas dan masif,” ujar Rapinorrahman.
Pelatihan ini difokuskan pada aspek vital seperti perbaikan desain kemasan, pembuatan merek dagang, hingga teknik pemasaran modern agar produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Para peserta diharapkan dapat menjadi agen penyebar ilmu dengan membagikan pengalaman mereka saat pertemuan rutin komunitas bulanan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh.
Pemerintah daerah juga tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga inkubasi bisnis, salah satunya Wetland Box, untuk memberikan pendampingan teknis yang lebih mendalam di lapangan.
Berbagai kemudahan juga telah disiapkan, mulai dari program sertifikasi halal gratis hingga fasilitas Kredit Usaha Rakyat dengan bunga nol persen melalui Bank Kalsel yang telah berjalan sejak 2023.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak hanya bergantung pada bantuan, melainkan semangat inovasi dan kemandirian masyarakat.
“UMKM adalah pilar penyangga perekonomian yang mampu menyerap tenaga kerja dan bertahan di berbagai situasi. Mari jadikan pelatihan ini momentum untuk bangkit dan berinovasi,” ucap Samsul.
Ia mengajak para pelaku usaha untuk memaksimalkan dukungan pemerintah mulai dari pelatihan, perizinan, hingga promosi, namun menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Salah satu peserta, Ami, mengapresiasi materi yang disajikan dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pengembangan usaha.
Ia berharap fasilitas pendukung seperti Rumah Kemasan segera terwujud dan kemudahan perizinan makin dipermudah, agar produk lokal HST dapat menembus pasar nasional hingga melayani kebutuhan jamaah haji dan umrah. (MDR)










