Menu

Mode Gelap

Banualogi · 3 Mei 2026 03:27 WITA ·

Gunung Halau-Halau Kalsel Ditutup Selamanya: Jaga Kelestarian dan Nilai Keramat


 Gunung Halau-Halau Kalsel Ditutup Selamanya: Jaga Kelestarian dan Nilai Keramat Perbesar

HULU SUNGAI TENGAH – Gunung (puncak) Halau-Halau, atau Gunung Bantai, atau Gunung Besar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ditutup selamanya untuk kunjungan umum.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan, terhadap nilai budaya dan kepercayaan masyarakat setempat, terhadap wilayah hutan dan adat yang ada pada gunung tertinggi di Kalsel tersebut.

Keputusan tersebut diambil dalam musyawarah yang digelar pada Jumat (1/5/2026) di Kantor Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Musyawarah dihadiri Pembakal Desa Juhu, Pembakal Desa Hinas Kiri, tokoh masyarakat dari kedua desa, Babinsa, perwakilan Kelompok Sadar Wisata, serta warga sekitar.

Kesepakatan penutupan tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui diskusi terbuka yang melibatkan seluruh pihak terkait demi kepentingan bersama.

Salah satu alasan utama di balik keputusan ini, adalah status gunung yang dianggap keramat dan sakral oleh warga, terutama bagi penduduk Desa Juhu dan Hinas Kiri.

“Gunung ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kami, sehingga perlindungannya menjadi tanggung jawab seluruh warga,” ujar Rubi, Sekretaris Desa Juhu.

Pernyataan itu disampaikannya pada Sabtu (2/5/2026) malam, melalui pesan singkat saat dimintai keterangan terkait keputusan tersebut.

Selain alasan kepercayaan, penutupan ini juga bertujuan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan gunung, agar tetap terjaga dari kerusakan berdasarkan kearifan lokal masyarakat adat.

Selama ini, Gunung Besar sering dikunjungi umum, untuk mendaki ke Puncak Halau-Halau atau tujuan lainnya.

Foto musyawarah terkait status Gunung Halau-Halau, dari akun FB Pemdes Juhu.

Namun keberadaannya harus dijaga sesuai dengan aturan dan nilai yang berlaku di masyarakat.

Pihak berwenang dan tokoh masyarakat akan bekerja sama, untuk mensosialisasikan keputusan ini kepada publik, agar dipahami dan dihormati oleh semua pihak.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga warisan budaya serta keindahan alam Gunung Halau-Halau untuk generasi mendatang. (mdr)

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kreasi Pemuda Banua Jingah Jadi Juara Pawai Malam Iduladha di HST

27 Mei 2026 - 00:39 WITA

Manunggal Rakyat-TNI, Gotong Royong Pengecatan Jembatan Garuda di Paya Besar

27 April 2026 - 09:29 WITA

Warga Mualaf Pegunungan Meratus Dusun Aitih Bangun Musala, Masih Perlu Bantuan

2 April 2026 - 11:48 WITA

Jembatan Merah Putih Dibangun Selamatkan Akses Pendidikan dan Ekonomi Sungai Harang HST

31 Maret 2026 - 01:16 WITA

Khusyuk! Hason Ucap Syahadat dengan Bimbingan Ketua MUI Barabai

8 Maret 2026 - 21:17 WITA

Menolak Lupa! ‘Haul ke-5’ Tragedi Air Bah; Luka Mendalam Bumi Murakata

14 Januari 2026 - 06:41 WITA

Trending di Banualogi