Hulu Sungai Tengah – Di tengah kehilangan akibat kebakaran, warga Sungai Jaranih mendapat perhatian langsung dari Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) melalui bantuan dan langkah pemulihan bagi para korban.
Bupati HST Samsul Rizal mendatangi lokasi kebakaran di kawasan Kudung, Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak pada Jumat (11/9/2026) siang.
Kebakaran sehari sebelumnya, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.50 WITA, mengakibatkan 12 rumah warga terdampak. Api diduga bermula dari korsleting listrik pada sebuah bangunan yang digunakan sebagai gudang sebelum merambat ke permukiman.
Kobaran api cepat menjalar karena posisi bangunan warga yang berdekatan. Api bahkan masuk ke kawasan gang sehingga warga berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
Kondisi akses menuju lokasi juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Jalan yang relatif sempit serta adanya pembangunan jembatan membuat mobilisasi kendaraan pemadam tidak sepenuhnya leluasa.
Petugas bersama masyarakat terus berupaya memadamkan api hingga tidak lagi mengancam bangunan di sekitar lokasi. Setelah api berhasil dikendalikan, perhatian beralih pada kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Samsul Rizal mengatakan pemerintah daerah hadir untuk memastikan korban tidak menghadapi dampak musibah seorang diri. Bantuan dari sejumlah instansi terkait mulai disalurkan sebagai bentuk penanganan awal.
“Pemerintah daerah tentunya tidak diam diri. Kami datang ke lokasi untuk membantu warga yang terkena bencana,” ujar Samsul Rizal.
Selain bantuan awal dari Dinas Sosial dan BPBD, Pemkab HST juga menyiapkan bantuan dana bagi warga terdampak. Namun, proses pencairan memerlukan penyelesaian administrasi karena sebagian KTP korban ikut terbakar.
Pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan Dukcapil untuk mempercepat penerbitan kembali dokumen kependudukan. Setelah itu, rekening penerima akan disiapkan agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Kita segera koordinasikan dengan Dukcapil untuk membuat kembali KTP warga yang terbakar, kemudian kita bukakan rekening dan secepatnya bantuan dimasukkan ke rekening warga yang terdampak,” kata Samsul Rizal.
Salah satu korban, H. Anwar, mengapresiasi langkah Pemkab HST yang datang langsung ke lokasi dan memberikan bantuan. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi dukungan berarti bagi warga yang sedang menghadapi dampak kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten HST, khususnya Bapak Bupati yang sudah datang langsung meninjau lokasi dan memberikan bantuan kepada kami. Perhatian ini sangat berarti bagi kami sebagai korban kebakaran,” ujar H. Anwar.
Penanganan pascakebakaran kini menjadi perhatian pemerintah daerah agar kebutuhan dasar korban dapat terpenuhi sekaligus membantu mereka kembali menata kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda. (MDR)




