Hulu Sungai Tengah

Usai Merah Putih Berkibar, Paskibraka HST Larut dalam Tangis Haru

Hulu Sungai Tengah – Tugas pengibaran Sang Merah Putih yang tuntas tanpa kendala membuat anggota Paskibraka Hulu Sungai Tengah (HST) larut dalam tangis haru.

Momen emosional itu terjadi setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Dwi Warna Barabai, Senin (17/8/2026) pagi.

Begitu prosesi berakhir, ketegangan yang sejak awal tertahan seketika pecah. Sejumlah anggota Paskibraka menangis, saling berpelukan, dan mengungkapkan rasa lega setelah berhasil melewati tugas yang telah dipersiapkan melalui latihan intensif.

Bagi mereka, beberapa menit berada di lapangan menjadi puncak dari rangkaian persiapan panjang. Setiap langkah, gerakan, dan perpindahan posisi harus dilakukan tepat agar pengibaran bendera berlangsung sesuai ketentuan.

Salah satu anggota Paskibraka HST, Nidha Lutfina, mengaku sempat merasakan tekanan saat menjalankan tugas. Ia khawatir rasa gugup membuat konsentrasinya terganggu dan berdampak terhadap rangkaian pengibaran.

Rangkaian HUT RI dan HUT Partai Demokrat, DPC HST Gelar Lomba Rakyat Meriah

“Saya sangat gugup karena banyak yang melihat. Saya takut melakukan kesalahan, tetapi saya mencoba tenang dan fokus pada latihan yang sudah kami jalani,” ujar Nidha.

Kekhawatiran itu perlahan menghilang ketika seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana. Saat Sang Merah Putih berhasil mencapai puncak tiang, rasa tegang berubah menjadi kebanggaan dan kelegaan.

Nidha menilai pengalaman tersebut menjadi buah dari kerja keras seluruh anggota. Latihan berulang tidak hanya membentuk ketepatan gerakan, tetapi juga membangun kekompakan dan kesiapan mental menghadapi tekanan di lapangan.

“Setelah bendera berkibar, rasanya lega sekali. Semua rasa lelah selama latihan terbayar karena kami bisa menyelesaikan tugas dengan baik,” katanya.

Keberhasilan itu menunjukkan bahwa pengibaran bendera tidak berhenti pada kemampuan teknis. Setiap anggota dituntut memiliki disiplin, ketelitian, daya tahan, dan kemampuan menjaga fokus dalam situasi yang penuh perhatian publik.

Polres HST Siagakan Personel Antisipasi Ancaman Karhutla di Hulu Sungai Tengah

Proses persiapan yang panjang menjadi bagian penting sebelum mereka tampil pada upacara kemerdekaan. Kesalahan kecil harus diminimalkan karena setiap anggota memiliki peran yang saling berkaitan dalam satu rangkaian gerakan.

Bagi Paskibraka HST, kepercayaan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap Merah Putih dan nilai perjuangan kemerdekaan. Tugas yang mereka jalankan bukan sekadar seremoni, melainkan tanggung jawab yang membawa nama daerah.

Tangis yang pecah setelah upacara menjadi gambaran lepasnya beban yang selama ini mereka pikul. Di balik pengibaran yang berlangsung singkat, terdapat latihan, kedisiplinan, rasa lelah, dan keberanian yang akhirnya terbayar di hadapan masyarakat.

Kini, tugas telah selesai dan Sang Merah Putih telah berkibar di Lapangan Dwi Warna Barabai. Bagi Nidha dan seluruh anggota Paskibraka HST, momen tersebut menjadi catatan berharga yang akan mereka bawa jauh setelah upacara kemerdekaan berakhir. (MDR)

Sinergi Cepat Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Hantakan