Hulu Sungai Tengah – Polres Hulu Sungai Tengah menyiagakan ratusan personel guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kian meningkat akibat cuaca ekstrem.
Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Apel Mako Polres HST pada Sabtu, 22/8/2026, sekitar pukul 11.00 Wita, dengan melibatkan 120 personel serta jajaran PJU di bawah komando Kapolres HST.
Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon untuk memastikan seluruh jajaran siap menghadapi potensi darurat lingkungan.
Pelaksanaan apel ini merupakan tindak lanjut nyata atas instruksi Kapolda Kalimantan Selatan dalam memperketat pengawasan wilayah rawan bencana asap.
Faktor meteorologi berupa suhu udara yang tinggi serta minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir memicu kerentanan wilayah terhadap kemunculan titik api baru.
Sebagai langkah taktis, kepolisian memperluas cakupan patroli harian serta mengintensifkan pemantauan visual di berbagai titik rawan kebakaran yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Apel siaga ini merupakan bentuk kesiapan kita dalam mengantisipasi potensi Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sekaligus instruksi bagi personel untuk meningkatkan patroli di titik rawan,” tegas Kapolres.
Fokus utama pengamanan diarahkan pada lahan kosong serta kawasan perkebunan yang memiliki rekam jejak historis kebakaran tinggi selama musim kemarau.
Selain kekuatan internal kepolisian, langkah mitigasi ini menuntut keterpaduan lintas sektor bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD , dan aparatur desa.
Kesadaran kolektif masyarakat turut menjadi pilar krusial agar mata rantai pembakaran lahan secara sengaja dapat diputus sejak dari hulu.
“Koordinasi dan komunikasi harus terus diperkuat agar setiap potensi Karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin demi menekan dampak kerusakan lingkungan,” pungkasnya.
Pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung pemadaman turut dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan operasional berada dalam kondisi prima tanpa kendala teknis.
Komitmen institusi kepolisian setempat diarahkan pada penciptaan rasa aman jangka panjang bagi warga dari ancaman kabut asap yang mengganggu kesehatan publik.
Melalui langkah preventif yang terstruktur dan terpadu ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah diharapkan mampu menekan angka kejadian bencana lingkungan secara signifikan sepanjang musim kemarau tahun ini. (MDR)




