Hulu Sungai Tengah

Harga Beras Siam Madu Naik Menjelang Maulid, Pemkab HST Salurkan 26,6 Ton Beras Bersubsidi Tekan Inflasi

Hulu Sungai Tengah – Tren kenaikan harga beras Siam Madu di Pasar Keramat Barabai terus berlanjut menjelang peringatan Maulid Nabi. Guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi tertinggi ketiga di Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersama Perum Bulog menyalurkan beras bersubsidi mulai 17 Agustus 2026.

Perjanjian kerja sama penyaluran ditandatangani Jumat (14/8/2026) di Kantor Perum Bulog HST oleh Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko dan Pemimpin Cabang Perum Bulog HST Riza Wahyudi.

Hulu Sungai Tengah tercatat sebagai daerah dengan laju inflasi ketiga tertinggi se-Kalimantan Selatan. Peningkatan permintaan pangan sepanjang bulan Maulid, yang perayaannya berlangsung bergilir di seluruh desa dan kelurahan, menjadi pemicu utama kenaikan harga beras di pasaran.

Kondisi ini sempat dipantau langsung Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin saat meninjau Pasar Keramat Barabai pada Senin (10/8/2026), di mana harga beras dan sejumlah bahan pokok terlihat naik secara nyata.

Melalui program “Beras Siam Bupati HST Bersubsidi”, pemerintah menyiapkan 26.650 kilogram beras Siam Madu, atau setara 35.533 liter, untuk disalurkan langsung kepada masyarakat.

Tak Lagi Ribet, Pemkab HST Gebrak Layanan Publik dengan Sistem Digital

Beras tersebut dijual melalui 15 pedagang beras yang telah ditunjuk sebagai penyalur resmi di Pasar Keramat Barabai, mulai 17 Agustus 2026.

Pembelian dibatasi maksimal 5 liter per orang guna menjamin pemerataan dan mencegah penimbunan oleh pihak tertentu.

Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7.500 per kilogram. Dengan demikian, beras yang semula dijual lebih tinggi di pasaran kini dapat dibeli warga dengan harga kendali Rp10.000 per liter.

Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko menyatakan langkah ini diambil agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga pangan saat persiapan perayaan Maulid.

“Kenaikan harga terjadi karena permintaan warga meningkat menjelang bulan Maulid. Hadirnya beras bersubsidi ini agar warga tetap tenang merayakan hari besar, tanpa cemas kebutuhan pokok menjadi mahal,” ujar Irfan Sunarko.

Revolusi Pelayanan Publik HST: Antrean Lewat Gawai, Laporan Jemput Bola

Pembatasan jumlah pembelian diterapkan agar manfaat subsidi dapat dirasakan secara merata oleh setiap keluarga, bukan hanya oleh segelintir pembeli.

Pemimpin Cabang Perum Bulog HST Riza Wahyudi menjamin kualitas beras Siam Madu yang disalurkan serta ketersediaan stok hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi sepanjang bulan Maulid.

“Kami pastikan beras yang disalurkan berkwalitas baik dan pasokan cukup. Sinergi ini membuktikan kehadiran pemerintah tidak hanya di atas kertas, tetapi langsung dirasakan rakyat di pasar,” tegas Riza Wahyudi.

Operasi pasar ini diharapkan menekan angka inflasi daerah sekaligus memberi sinyal pasar agar harga beras kembali stabil. Warga dimanfaatkan datang ke Pasar Keramat Barabai mulai 17 Agustus 2026 dan membeli beras bersubsidi di pedagang resmi yang telah ditetapkan. (MDR)

HST Belum Punya Kantor Imigrasi, Pemkab Buka Peluang Bangun Sendiri