HULU SUNGAI SELATAN – Grand Final Duta Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) digelar meriah di Amandit Aquatic Center, Kompleks Stadion 2 Desember Kandangan, Senin (3/8/2026).
Sebanyak 6 finalis putera dan 6 finalis puteri, menunjukkan penampilan, pengetahuan, dan komitmen tentang pariwisata di Kabupaten HSS.
Bupati HSS Syafrudin Noor, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten HSS Mustaidah Syafrudin Noor, membuka event yang mengusung tema “Sustainable Tourism, Bringing HSS to the World” tersebut.
Acara turut dihadiri Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten HSS, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan para pejabat di lingkungan Pemkab HSS.
Dewan juri diisi para ahli dan praktisi yang berkompeten, terdiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten HSS Yuniati, Putri Indonesia Kalimantan Selatan 2026 Talitha Fatimah Rahma, serta para pegiat pariwisata dan kesenian Moh Zakir Maulidi, M Ilham, dan Desi Faurina.
Dewan juri menetapkan Rianda Dwi Saputra sebagai Putra Pariwisata Kabupaten HSS, dan Marsya Raisa Salsabella sebagai Putri Pariwisata Kabupaten HSS.
Acara cukup meriah, dengan hadirnya ratusan pendukung masing-masing finalis yang bersorak dari tribun penonton.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten HSS Dody Puriyandhani menjelaskan, ajang Duta Pariwisata merupakan salah satu upaya dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi representasi daerah sekaligus agen promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
“Proses seleksi diikuti oleh 26 peserta yang terdiri atas 13 putra dan 13 putri. Seluruh peserta menjalani tahapan seleksi yang berlangsung secara bertahap, objektif, dan kompetitif, mulai dari sosialisasi pada 21–26 Mei 2026, pendaftaran pada 1 Juni hingga 3 Juli 2026, rapat teknis pada 3 Juli 2026, tes tertulis dan wawancara pada 4 Juli 2026, hingga tes bakat dan advokasi pariwisata pada 5 Juli 2026,” jelasnya.
Sementara Bupati HSS Syafrudin Noor mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap daerah.
“Generasi muda membutuhkan ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengembangkan potensi. Tanpa kegiatan yang positif, mereka akan kehilangan arah dalam menentukan tujuan hidup. Melalui ajang ini, saya yakin akan lahir generasi penerus yang sukses, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” ujar Bupati.
Syafrudin Noor menuturkan, ajang Duta Pariwisata bukan sekadar kompetisi memilih putra-putri terbaik, melainkan wadah pembinaan yang membentuk generasi muda agar mampu memperkenalkan kekayaan alam, budaya, sejarah, dan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten HSS kepada masyarakat yang lebih luas.
Bupati mengingatkan, gelar yang diraih para pemenang merupakan awal dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Gelar Duta Pariwisata bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab. Jadilah pribadi yang rendah hati, terus belajar, menjaga etika, serta mampu mempromosikan potensi wisata, sejarah, budaya, dan produk unggulan Kabupaten Hulu Sungai Selatan hingga semakin dikenal di tingkat provinsi maupun nasional,” pesannya.
Melalui penyelenggaraan Duta Pariwisata Tahun 2026 ini, diharapkan lahir generasi muda yang mampu menjadi wajah daerah dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan, memperkuat identitas budaya lokal, serta berkontribusi meningkatkan daya saing sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pembangunan dan perekonomian daerah. (npm)
(Advetorial Pemkab HSS)



