Hulu Sungai Tengah – PMII dan HMI Cabang Barabai menggelar audiensi dengan PLN UP3 Barabai untuk menyuarakan enam tuntutan terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (8/7/2026), di mana kedua organisasi mahasiswa ini menyampaikan aspirasi masyarakat yang merasa terganggu dengan ketidakstabilan aliran listrik belakangan ini.
Pelaksana Harian Manajer PLN UP3 Barabai, Arliansah, menyambut baik kedatangan perwakilan mahasiswa sebagai bentuk komunikasi yang konstruktif.
“Kami menyambut baik audiensi dari perkumpulan mahasiswa dari PMII dan HMI yang ada di Kabupaten HST terkait permasalahan pemadaman yang terjadi beberapa pekan sebelumnya,” ujar Arliansah yang juga menjabat sebagai Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi.
Arliansah memaparkan, pemadaman yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, termasuk HST, disebabkan oleh gangguan pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
Kondisi ini menyebabkan keterbatasan pasokan daya cadangan yang tidak sebanding dengan beban penggunaan saat ini.
Oleh sebab itu, manajemen beban dilakukan secara bertahap guna mencegah terjadinya pemadaman total atau blackout sistem yang dampaknya akan jauh lebih luas.
“Saat ini terjadi keterbatasan pasokan daya cadangan dibandingkan dengan beban. PLN melakukan manajemen beban supaya tidak terjadi blackout sistem yang berdampak meluas,” katanya.
Terkait jadwal pemadaman yang sering berubah, pihaknya menjelaskan bahwa kondisi beban listrik bersifat dinamis sehingga penjadwalan disesuaikan dengan ketersediaan daya yang ada.
PLN berkomitmen terus memperbarui informasi terkait durasi dan frekuensi pemadaman agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyerahkan enam poin tuntutan yang mencakup transparansi informasi, perbaikan layanan pengaduan, perhatian terhadap dampak ekonomi, hingga permohonan subsidi token listrik dan kompensasi bagi pelanggan terdampak.
Ketua Umum HMI Cabang Barabai, Amril Saifan, berharap pertemuan ini tidak berhenti sebatas dialog, melainkan ditindaklanjuti dengan solusi nyata.
“Kami berharap PLN segera merespons tuntutan ini dengan tindakan nyata yang mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” tegas Amril. (MDR)







