Hulu Sungai Tengah – Kasus makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilempar oleh siswa MTsN 6 HST mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Athaillah Hasbi.
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Hasbi meminta dilakukan evaluasi mendasar terhadap pelaksanaan program di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Paya, Kecamatan Batang Alai Selatan.
Koordinator Wilayah SPPG HST, Sadilah, menyambut baik segala bentuk perhatian dan masukan yang datang dari legislator maupun masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa mekanisme pengawasan dan evaluasi sebenarnya sudah berjalan secara berkelanjutan melalui jalur internal maupun instansi terkait.
“Kami menyambut baik perhatian Bapak Athaillah Hasbi dan menyayangkan kejadian ini, berharap tidak terulang lagi di masa mendatang,” ujar Sadilah, Selasa (23/06/2026).
Menurutnya, evaluasi dilakukan setiap minggu melalui sistem pemantauan seperti Tawas Care serta melibatkan BPOM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Aspek fasilitas hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga terus diawasi untuk memastikan standar operasional berjalan sesuai aturan.
Setiap temuan teknis maupun saran perbaikan yang masuk langsung ditindaklanjuti agar kualitas pelayanan tetap terjaga dengan baik.
“Jika ada temuan minor dari tim pengawas, kami langsung mendorong perbaikan di lapangan secepat mungkin,” tambahnya.
Terkait insiden di MTsN 6 HST, pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian.
Tim melakukan koordinasi intensif dengan pihak sekolah untuk menelusuri akar permasalahan secara transparan.
Berbagai upaya mediasi dan perbaikan prosedur dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap program ini dapat kembali terbangun.
Pihak pengelola juga telah melakukan pemeriksaan internal dan melaporkan kronologi kejadian secara lengkap kepada atasan.
Dengan langkah tegas ini, SPPG HST berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan mutu layanan demi kesejahteraan siswa. (MDR)







