Hulu Sungai Tengah – Ketepatan penyaluran bantuan dan tingginya biaya produksi menjadi persoalan yang perlu dibenahi untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Hal tersebut disampaikan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD HST, Yajid Fahmi, dalam pertemuan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten HST di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Rabu (30/9/2026).
Yajid menilai, bantuan pemerintah kepada petani harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Sebab, bantuan yang tidak tepat sasaran berpotensi mengurangi efektivitas program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia meminta dinas terkait memperketat proses pendataan dan seleksi calon penerima agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masyarakat yang menerimanya.
Menurutnya, bantuan peternakan harus diberikan kepada warga yang memiliki kemampuan mengelola ternak. Begitu pula bantuan perikanan, penerimanya harus benar-benar mampu menjalankan usaha budidaya agar bantuan tersebut dapat memberikan hasil.
Selain ketepatan sasaran, Yajid juga menyoroti tingginya biaya produksi yang masih menjadi tantangan bagi petani. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan pemerintah melalui program yang mampu menekan pengeluaran sekaligus meningkatkan hasil usaha pertanian.
Salah satu upaya yang dinilai penting adalah penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi biaya operasional petani.
Namun, menurutnya, penyediaan sarana pertanian saja tidak cukup. Petani juga perlu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan agar mampu mengelola bantuan serta mengembangkan usaha secara produktif.
Karena itu, pemberdayaan kelompok tani harus menjadi bagian penting dari program pemerintah daerah. Jumlah kelompok tani yang cukup banyak di HST perlu diimbangi dengan pembinaan yang berkelanjutan agar keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Yajid juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran sektor pertanian setiap tahun. Dengan dukungan anggaran yang memadai, berbagai program untuk petani diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia menilai, penguatan sektor pertanian juga memiliki kaitan erat dengan upaya pengurangan kemiskinan di HST. Sebagian masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan bergantung pada sektor tersebut sebagai sumber penghasilan.
Meski demikian, keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh bantuan dan anggaran. Kemauan petani untuk mengembangkan usaha serta memanfaatkan peluang ekonomi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Yajid berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memperbaiki proses penyaluran bantuan sekaligus memperkuat pembinaan kelompok tani. Evaluasi terhadap program yang telah berjalan juga diperlukan agar pelaksanaannya semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui pertemuan KTNA tersebut, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan kelompok tani dalam membangun sektor pertanian HST. Peningkatan anggaran, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, serta penguatan kapasitas petani diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (MDR)




