Hulu Sungai Tengah

Usai Tiga Rumah Terbakar di Jaranih, Korban Dapat Bantuan Kebutuhan Pokok

Hulu Sungai Tengah – Perhatian terhadap warga terdampak kebakaran di Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mulai mengalir setelah musibah menghanguskan sejumlah rumah.

Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak pada Rabu (7/10/2026) sore, sehari setelah kebakaran terjadi di desa tersebut.

Bantuan yang disalurkan berupa beras, telur, mi instan, minyak goreng, dan gula. Kebutuhan pokok itu diberikan untuk membantu warga memenuhi keperluan sehari-hari setelah kehilangan sebagian harta benda.

Yajid mengatakan kedatangannya sekaligus untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi musibah.

“Semoga keluarga yang terkena musibah diberikan kesabaran dan ketabahan, serta segera digantikan dengan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Asap Selimuti Barabai hingga Malam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Ia menyadari bantuan yang diberikan masih terbatas. Namun, menurutnya, dukungan sekecil apa pun diharapkan dapat membantu meringankan beban warga pada masa awal setelah kejadian.

Selain bantuan pribadi, Yajid berharap korban juga memperoleh perhatian dari pemerintah daerah melalui instansi yang menangani penanggulangan bencana dan bantuan sosial.

Dukungan lanjutan dinilai penting karena kebutuhan warga tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Korban masih harus memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menata kembali kehidupan keluarga mereka.

Yajid berharap bantuan dari pemerintah daerah dan Dinas Sosial dapat segera diberikan sesuai hasil pendataan di lapangan, termasuk bantuan tunai apabila diperlukan.

Kebakaran sendiri terjadi pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 12.40 Wita di kawasan permukiman Desa Jaranih. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah sebelum menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Polres HST Turun ke CFD Barabai, Perluas Sosialisasi Penerimaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Warga sempat berupaya menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah ketika kobaran api membesar. Petugas pemadam kemudian berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan lainnya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga rumah terbakar dan satu kandang ayam turut terdampak. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Pascakejadian, kebutuhan utama warga terdampak menjadi perhatian bersama. Bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu korban melewati masa pemulihan sekaligus meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. (MDR)