HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar upacara gabungan, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus Hari Otonomi Daerah ke-30.
Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Dwi Warna Barabai, Senin (4/5/2026) pagi.
Bupati HST Samsul Rizal menjadi pembina upacara, dihadiri jajaran pejabat struktural, instansi vertikal, serta aparatur sipil negara setempat.
Momen tersebut menjadi ajang refleksi panjang atas perjalanan regulasi desentralisasi di Indonesia, yang telah dimulai sejak era kolonial hingga berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
Bupati HST menekankan, pendidikan merupakan instrumen utama untuk memuliakan manusia dan menumbuhkan potensi terbaik generasi muda bangsa melalui nilai kasih sayang.
“Nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui konsep asah, asih, dan asuh harus terus kita hidupkan di tengah masyarakat,” ujar Samsul Rizal.
Pemerintah kini tengah menggencarkan transformasi melalui pendekatan ‘deep learning’ atau pembelajaran mendalam agar proses edukasi menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan berkualitas bagi peserta didik.
Beberapa kebijakan strategis yang terus didorong meliputi revitalisasi bangunan sekolah, percepatan digitalisasi sistem pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan para guru selaku garda terdepan.
Selain aspek akademik, penguatan karakter dan perluasan akses pendidikan inklusif menjadi prioritas utama, guna memastikan sekolah menjadi ruang aman yang bebas dari tindakan perundungan.
Bupati menyatakan, keberhasilan sektor pendidikan memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha untuk menciptakan ekosistem belajar yang unggul.
Beralih ke sektor pemerintahan, peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dipandang sebagai momentum strategis, untuk mengoptimalkan potensi lokal demi mempercepat kesejahteraan masyarakat di Bumi Murakata.
“Otonomi daerah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk berinovasi dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga,” tambah Bupati saat membacakan pidato.
Ia juga mengingatkan, implementasi otonomi wajib selaras dengan kebijakan nasional melalui sinergi perencanaan, penganggaran, serta reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil nyata.
Upacara diakhiri dengan harapan agar semangat inovasi tetap terjaga dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan demi kemajuan berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (mdr)





