HULU SUNGAI TENGAH – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Muhammad Yani membuka kegiatan Gemini Academy 2026, Selasa (3/2/2026) di Aula Hotel Darul Istiqamah Barabai.
Total pendaftar mencapai 405 orang, namun melalui seleksi administrasi hanya 207 peserta yang dapat mengikuti kegiatan tatap muka, meliputi 44 orang GTK PAUD, 8 tutor PKBM, 86 orang dari SD, 54 orang dari SMP, dan 1 orang dari SMA.
Kegiatan diisi pelatihan inti materi Gemini Academy, hingga simulasi ujian.
Tim pelatih terdiri dari ahli dari Google for Education Indonesia yaitu Dimas Prasetyo, Kristoforus Ardi Nugraha, Teofilus Yosafat, dan Leoni Vira Gunawan.
Selain tenaga ahli dari pusat, program juga mengoptimalkan potensi lokal melalui 10 fasilitator daerah yang terpilih dari 410 peserta lulusan Gemini Academy 2025 versi daring.
Kegiatan merupakan kerja sama Dinas Pendidikan HST dengan REPO, Google for Education Indonesia, dan Webgis for Edu, untuk mengakselerasi integrasi kecerdasan artifisial dalam pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST Muhammad Anhar menjelaskan, program ini menjadi wujud dukungan Pemkab terhadap prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pembelajaran berbasis AI.
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjawab tantangan zaman, di mana integrasi teknologi dalam pendidikan diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dengan zamannya,” ucapnya.
Dasar hukum pelaksanaan, meliputi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peraturan menteri terkait peningkatan kompetensi pendidik, kebijakan kurikulum yang memasukkan coding dan AI, serta alokasi anggaran dalam DPA Dinas Pendidikan tahun 2026.
Tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan kompetensi pengawas, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan agar selaras dengan perkembangan teknologi.
Selain membekali peserta menggunakan AI secara aman dan bertanggung jawab, kegiatan ini juga difokuskan untuk mengoptimalkan tugas administrasi, mendorong kreativitas dalam proses belajar mengajar, serta menanamkan kesadaran memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan murid dan masyarakat.
Selain kegiatan luring, seluruh peserta ditargetkan mengikuti ujian sertifikasi internasional Google Certified Educator, dan berkewajiban melakukan pengimbasan pengetahuan kepada rekan sejawat di satuan pendidikan masing-masing.
Dinas Pendidikan mencatat capaian signifikan dalam digitalisasi pendidikan, dengan 333 guru dan tenaga kependidikan telah memperoleh sertifikasi GCE Level 1, 43 orang GCE Level 2, 10 orang trainer, serta 1 orang coach yang membimbing SMP 1 menjadi sekolah rujukan Google pertama di Kalimantan.
“Kita menargetkan mencapai 1.000 guru bersertifikasi GCE Level 1 pada semester pertama tahun ini,” jelas Anhar.
Sekda Kabupaten HST Muhammad Yani menyampaikan, komitmen Pemkab untuk meningkatkan kualitas pendidikan meskipun sumber daya terbatas.
“Kita sudah berada di peringkat kedua se-Kalimantan, di bawah Kutai Kartanegara yang memiliki resource lebih besar,” ujarnya.
Meskipun SMA berada dalam kewenangan Provinsi, Pemkab tetap menyertakan peserta dari jenjang ini untuk memastikan semua lapisan pendidik mendapatkan kesempatan peningkatan kapasitas.
Yani menekankan, sertifikasi dari Google memiliki standar internasional yang terpercaya dan diharapkan dapat membawa pendidik HST berperan di kancah nasional.
Sekda juga menyampaikan target pencapaian sertifikasi sebesar 75 hingga 80 persen dari total peserta.
“Bagi yang belum berhasil, kita akan berikan pendampingan tambahan karena Google for Education menyediakan banyak sumber belajar yang dapat diakses secara mandiri,” ucapnya.
Sekda HST menegaskan, semangat peningkatan kompetensi harus terus dijaga sesuai arahan Bupati, karena tenaga pendidik harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perwakilan Google for Education Indonesia, Dimas Prasetyo, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan HST.
“Hulu Sungai Tengah termasuk delapan daerah prioritas Google Indonesia dan menjadi yang terbaik dalam hal komunikasi dan semangat dari seluruh daerah yang saya bina,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, banyak peserta sudah akrab dengan aplikasi AI seperti Gemini dan NotebookLM, sehingga pelatihan difokuskan pada panduan praktis yang dapat diterapkan sesuai peran masing-masing: guru untuk mendukung pembelajaran, staf administrasi untuk efisiensi kerja, dan pimpinan untuk membantu pengambilan keputusan.
Ia berharap, dengan bimbingan tim REPO, materi pelatihan dapat memberikan manfaat maksimal bagi aktivitas sehari-hari para pendidik di Hulu Sungai Tengah. (mdr)

