DPRD Hulu Sungai Tengah

Rapat Evaluasi MBG, DPRD HST Tegaskan Tidak Boleh Ada Penyimpangan

HULU SUNGAI TENGAH – Komisi I DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar rapat, terkait permasalahan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (12/3/2026) di Ruang Lantai II Sekretariat DPRD HST.

Rapat dihadiri Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengelola Satuan Pelayanan Pemulihan Gizi (SPPG) se-Kabupaten.

Agenda utama mengevaluasi kualitas bahan makanan, metode penyajian, serta kondisi lingkungan tempat pelaksanaan, setelah program sempat menjadi perbincangan publik karena beberapa polemik di lapangan.

Ketua Komisi I Yajid Fahmi As menyatakan, pertemuan ini bukan bertujuan menyudutkan, melainkan untuk meningkatkan pelayanan gizi bagi generasi muda daerah.

Legislatif menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap pengelola SPPG.

“Kami sejatinya mendukung berjalannya program MBG ini, untuk itu kami turut mengawasi agar pelaksanaan di lapangan memang betul-betul sesuai dengan tujuan awal yakni pemenuhan gizi anak dan pengentasan stunting,” jelas Yajid.

Program ini dirancang untuk mengatasi masalah gizi buruk dan menurunkan angka stunting yang masih menjadi tantangan di HST.

Anggota Komisi I Johar Arifin menyoroti kesungguhan pengelola dalam menjalankan tanggung jawab.

Rusmaini Hardi Dilantik Sebagai Anggota DPRD HST PAW 2024-2029

Ia menilai, kualitas makanan yang disediakan harus menjadi perhatian utama karena berkaitan dengan kesehatan anak-anak penerima manfaat.

“Ini menyangkut gizi anak-anak. Pemilik SPPG harus hadir dan bertanggung jawab. Jangan sampai program sebesar ini dijalankan tanpa pengawasan langsung dari pemiliknya,” tegas Johar.

Ia juga mengangkat isu kenaikan anggaran per porsi makanan, dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 yang telah diumumkan pihak terkait.

“Kalau anggaran naik, kualitas makanan juga harus naik. Jangan sampai hanya angka yang berubah, tapi menu yang diterima anak-anak tetap sama,” imbuhnya.

Peningkatan dana, diharapkan dapat meningkatkan variasi dan nilai gizi hidangan yang disajikan setiap hari.

DPRD menekankan, transparansi dalam pengelolaan dana dan kualitas makanan harus menjadi prioritas.

Program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak boleh dijalankan secara sepihak atau tanpa pengawasan yang memadai.

Selain itu, DPRD juga mengingatkan agar setiap langkah perbaikan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Data pelaksanaan serta hasil evaluasi, diharapkan dapat disampaikan secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai standar.

DPRD HST memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG.

Pelantikan PAW Anggota DPRD HST, Bupati Minta Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Pengawasan berkelanjutan bertujuan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan di seluruh wilayah Kabupaten HST. (mdr)