Hulu Sungai Tengah – Kehadiran pesepak bola level nasional di Bupati HST Cup 2026 bukan sekadar menarik perhatian penonton, melainkan jalan emas bagi talenta muda Hulu Sungai Tengah untuk mengasah kemampuan.
Gagasan ini ditegaskan Ketua Panitia Yajid Fahmi dalam konferensi pers di Balai Rakyat Barabai, Sabtu (11/7/2026).
Ia mengungkap jadwal turnamen sengaja disesuaikan dengan jeda kompetisi Liga 1 dan Liga 2, agar klub bisa mendatangkan penggawa profesional ke lapangan Murakata.
Penyusunan waktu ini memberi peluang langka bagi pemain lokal untuk berhadapan langsung dengan standar permainan sepak bola nasional.
“Kami buka ruang seluasnya bagi tim mendatangkan pemain berkelas nasional. Tujuannya agar putra daerah bisa belajar langsung dari mereka,” ujar Yajid.
Bertanding berhadapan atau bersanding dengan pemain berpengalaman melatih ketajaman teknis serta kekuatan mental para pesepak bola muda HST.
Interaksi ini diharapkan membakar semangat generasi penerus untuk bertekad menembus dunia profesional, bukan sekadar bermain di tingkat lokal.
Turnamen ini pun dirancang sebagai jembatan transfer ilmu, di mana kematangan pemain profesional menular ke bibit muda yang sedang berkembang.
Tak hanya pemain, kehadiran wasit berlisensi FIFA di partai puncak pun menjadi ajang belajar bagi perangkat pertandingan daerah.
“Semoga ini memotivasi wasit lokal untuk terus meningkatkan kemampuan dan menyaingi standar nasional,” tambahnya.
Terkait kritik soal kehadiran pemain luar, panitia menegaskan konsep turnamen memang menggabungkan kualitas pertandingan dengan hiburan masyarakat luas.
Kendati demikian, apresiasi terhadap anak daerah tetap diutamakan melalui penghargaan khusus Pemain Lokal Terbaik.
Kategori ini melengkapi penghargaan lain seperti Pemain Terbaik, Kiper Terbaik, dan Top Skor di akhir ajang.
Lewat perpaduan ini, Bupati HST Cup 2026 diharapkan melahirkan bibit unggul HST yang siap bersaing di panggung lebih tinggi. (MDR)










