HULU SUNGAI SELATAN – Sudah terpantau ada titik api yang masih terkendali, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta Kekeringan, mulai 22 Juli 2026.
Ditetapkan melalui keputusan Bupati HSS Nomor 100.3.3.2/245/KUM/2026.
Kebijakan tersebut diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kalimantan Selatan memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026, sehingga potensi terjadinya Karhutla meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HSS Ika Aguspiannor Hidayatullah mengatakan, data sampai 22 Juli 2026 sudah muncul total 340an titik api yang terbaca satelit.
“Yang terkonfirmasi merupakan Karhutla sebanyak 15 titik, dengan lahan terbakar yang sudah dilakukan penanganan seluas 5 hektare lebih,” sebut Ika, Rabu (22/7/2026).
Sementara titik api terbanyak, terbaca satelit berada di kawasan pertambangan.
Diungkapkannya, setelah dikonfirmasi lapangan, satelit membaca hawa panas di sekitar stockpile wilayah Kecamatan Sungai Raya.
“Ini juga menjadi perhatian pak Bupati HSS, kita koordinasikan ke pihak terkait, agar hal itu bisa ditanggulangi,” tambahnya.
Ika mengatakan, salah satu kendala penanganan Karhutla yakni yang berada di daerah rawa dan lahan gambut, akses transportasi menuju lokasi.
Namun, sejauh ini hal itu masih bisa ditangani dengan baik.
“Sampai saat ini, masih terkondisikan dengan baik, meski penanganan di wilayah sulit,” ujar Ika
BPBD Kabupaten HSS juga bisa berkoordinasi dengan BPBD Provinsi, jika penanganan sudah mulai sulit dikendalikan.
“Kita bisa koordinasi dengan provinsi, kita sudah diberi lampu hijau untuk dilaporkan jika membutuhkan waterbombing,” terangnya.
Ia menyebutkan, titik rawan Karhutla di Kabupaten HSS yakni di Kecamatan Daha Utara, Daha Barat, Daha Selatan, Kalumpang, Simpur, Sungai Raya, Padang Batung, dan Telaga Langsat.
Penanganan Karhutla dilakukan melalui koordinasi, dengan posko kecamatan yang sudah diaktifkan sejak statu siaga dikeluarkan.
“Kita koordinasi dengan camat, dibantu oleh BPK, relawan kecamatan. Alhamdulillah juga TNI dan Polri mendukung penuh penanganan, terlebih dengan kepedulian dari perusahaan,” pungkasnya. (sdp)
(Advetorial Pemkab HSS)







