Religio

Guru Syairazy Terpilih Jadi Ketua MUI Kalsel 2026-2031

Pembukaan Musda XI MUI Kalsel.

HULU SUNGAI SELATAN – Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan digelar, Jumat (13/2/2026) di Pendopo Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS).

Musda mengangkat tema “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemakmuran Banua dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Dihadiri Wakil Sekjen Bidang Halal MUI Pusat KH Rofikul Umam Ahmad, serta 107 peserta terdiri utusan DPP, DPW, 64 perwakilan Kabupaten/Kota, pondok pesantren, ormas Islam, serta Perguruan Tinggi Islam di Kalimantan Selatan.

Musda XI MUI Kalsel dengan agenda evaluasi program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru untuk masa bakti berikutnya.

Hasil pemilihan, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Dalam Pagar (Dalpa) Kandangan KH Ahmad Syairazi terpilih menjadi Ketua MUI Kalsel periode 2026-2031.

Program SAJADAH: Rutin Bersihkan Rumah Ibadah di Barabai

Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, hubungan yang harmonis antara ulama dan pemerintah selama ini telah memberikan kontribusi nyata, terhadap stabilitas dan pembangunan daerah.

Ia berharap, kemitraan tersebut semakin diperkuat agar mampu menjawab berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

“Sinergi ulama dan umara harus terus dijaga dan diperkuat demi kemaslahatan masyarakat,” harapnya.

Ia berharap, Musda XI MUI Kalsel dapat menghasilkan kepengurusan yang solid dan mampu membawa organisasi semakin berperan aktif, dalam menjaga persatuan serta keharmonisan umat di Banua.

Bupati HSS Syafrudin Noor mengatakan, forum Musda bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan ruang strategis untuk merumuskan arah gerak MUI ke depan, di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.

Berawal Hanya 20 Santri, Kini di Usia 16 Tahun Ponpes Dalpa Kandangan Makin Berkah

Syafrudin Noor mengucapkan penghargaan, atas kiprah MUI yang selama ini konsisten membimbing umat, serta menjaga harmoni kehidupan beragama di daerah.

Syafrudin menuturkan, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin beragam, mulai dari persoalan sosial dan ekonomi hingga derasnya arus informasi di era digital.

Karena itu, keberadaan ulama makin penting sebagai penuntun moral, sekaligus penyejuk di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Peran ulama sangat dibutuhkan untuk menjaga nilai-nilai keagamaan, sekaligus memperkuat persatuan umat,” ujar Syafrudin Noor saat pembukaan Musda, Jumat (13/2/2026) malam.

Bupati HSS menegaskan, untuk terus menjalin kolaborasi dengan MUI, terutama dalam pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, serta menjaga kerukunan antarumat beragama. (sdp)

Kloter 14 Haji HST Berangkat Mei 2026, Pemeriksaan Kesehatan Lebih Ketat