HULU SUNGAI TENGAH – Finalis Putra-Putri Hulu Sungai Tengah (HST), mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan dengan materi Bela Negara, dari Komandan Distrik Militer (Dandim) 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, Selasa (16/12/2025) di Balai Rakyat Barabai.
Hal itu bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, dan memperkuat karakter generasi muda sebagai duta daerah yang menjadi teladan masyarakat.
Sebagai figur yang berperan strategis di tengah masyarakat, finalis diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai positif yang berhubungan dengan cinta tanah air ke lingkungan sekitarnya.
Dandim 1002/HST menjelaskan wawasan kebangsaan, sebagai pondasi penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dandim menekankan, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks, sehingga generasi muda tidak hanya perlu cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan ideologi untuk menghadapinya.
“Bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi merupakan kewajiban seluruh warga negara. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari mencintai produk dalam negeri, menjaga persatuan, taat hukum, hingga berprestasi dan membawa nama baik daerah serta bangsa,” tegas Letkol Inf Ardiansyah.
Dandim mengajak para finalis, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman bersikap, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan peran sebagai Putra Putri HST.
Generasi muda diharapkan menjadi perekat persatuan, dan tidak mudah terpengaruh oleh paham atau budaya yang merusak jati diri bangsa.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HST Ramadhan menjelaskan, pembekalan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran pemuda HST akan pentingnya cinta tanah air.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1002/HST atas pembekalan wawasan kebangsaan ini. Materi yang disampaikan sangat bernilai dalam meningkatkan kesadaran pemuda Hulu Sungai Tengah akan pentingnya cinta tanah air dan semangat patriotisme, sehingga mereka dapat menjadi pemuda yang bermanfaat sekaligus mampu membentengi diri dari pengaruh negatif budaya luar,” ujar Ramadhan.
Suasana kegiatan interaktif dan komunikatif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar peran generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI.
Para finalis tampak antusias mengikuti setiap bagian pemaparan, dan mengajukan pertanyaan terkait kontribusi nyata yang dapat mereka lakukan di lingkungan masing-masing. (mdr)

