Hulu Sungai Tengah

Damkar HST Evakuasi Ular Kobra di Dapur Rumah Ketua RT 8 Banua Binjai

HULU SUNGAI TENGAH – Tim Penyelamat Damkar Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), berhasil mengamankan seekor ular kobra yang bersembunyi di area dapur salah satu rumah warga.

Aksi evakuasi predator berbisa tersebut berlangsung di kediaman Ketua RT 8 Banua Binjai, Kecamatan Barabai, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.

Insiden bermula saat pemilik rumah, Ramli, bermaksud menyalakan lampu dapur namun dikejutkan oleh suara gesekan aneh di bawah meja perlengkapan memasak.

Merasa curiga, ia segera mengambil ponsel untuk menyinari sudut ruangan yang gelap demi memastikan sumber suara tersebut.

Cahaya lampu ponsel tersebut mengungkap keberadaan ujung ekor hewan melata yang sedang menyelinap masuk ke celah sempit di balik tumpukan peralatan dapur.

Sadar akan bahaya yang mengancam keluarganya, Ramli tidak bertindak gegabah dan memilih langsung menghubungi pusat komando pemadam kebakaran setempat.

Merespons laporan tersebut, dua personel terlatih segera dikerahkan menuju lokasi kejadian, dengan membawa perlengkapan khusus penanganan hewan liar.

Setibanya di sana, petugas melakukan pemetaan lokasi guna memastikan titik persembunyian ular agar tidak melarikan diri ke ruang lain.

Setelah melakukan pengamatan teliti, petugas menemukan kobra jenis sambur itu dalam posisi melingkar dan siap melakukan pertahanan di bawah meja.

Proses evakuasi dilakukan secara profesional dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang ketat.

Ular dengan diameter sekitar 3 sentimeter dan panjang mencapai 120 sentimeter tersebut akhirnya berhasil dijepit dan dimasukkan ke dalam boks pengaman khusus.

Kodim 1002 Gelar Gerakan Indonesia Asri di Desa Rantau Keminting

Petugas memastikan tidak ada cedera pada hewan maupun personel, selama proses penangkapan yang cukup menegangkan tersebut berlangsung.

Kobra tersebut kemudian dibawa menuju Mako Damkar HST untuk menjalani observasi singkat di fasilitas penampungan hasil penyelamatan hewan (animal rescue).

Rencananya, satwa ini akan dilepasliarkan kembali ke habitat alami yang jauh dari jangkauan pemukiman penduduk demi menjaga keseimbangan ekosistem.

Pasca evakuasi, petugas memberikan edukasi kepada pemilik rumah mengenai langkah preventif guna mencegah masuknya hewan melata ke dalam bangunan saat musim hujan.

“Gunakan kawat kasa pada lubang pembuangan air dan manfaatkan aroma kapur barus untuk mengusir reptil dari sudut lembab,” imbau salah satu petugas.

Ramli menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dedikasi para petugas yang memberikan respon sangat cepat dalam menangani situasi darurat tersebut.

Kehadiran tim penyelamat ini membuktikan peran penting Damkar yang tidak hanya memadamkan api, namun juga sigap melindungi masyarakat dari ancaman satwa liar. (mdr)

Musrenbang Batara HST Usulkan Sejumlah Proyek Penting