Minggu, 30 Nov 2025
light_mode

Analisis Hasil Porprov XII Kalsel Berbanding Kekuatan Masing-Masing Kontingen

  • account_circle NPM
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 731

KALSEL – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan (Kalsel), yang digelar di Kabupaten Tanh Laut, berangsung sejak awal Oktober lalu sampai remi ditutup 14 November 20205.

Porprov edisi XII ini, dianggap terbesar dari jumlah cabang olahraga (Cabor) dan nomor yang dipertandingkan.

Masing-masing kontingen mengirim ratusan, bahkan ribuan atlet yang didukung pelatih dan ofisial. Meski tak semua kontingen mengikuti tiap Cabor dan nomor pertandingan.

Sampai hari penutupan, Jumat (14/11/2025) pukul 9.30 Wita, total 3194 medali dibagikan panitia, terdiri 913 emas, 910 perak, dan 1371 perunggu.

Data peringkat dan perolehan medali berdasarkan laman PORPROV XII Kalimantan Selatan. Sementara jumlah atlet berdasarkan data yang diperoleh dari tim keabsahan Porprov XII Kalsel.

Klasemen perolehan medali emas porprov XII Kalsel dengan perbandingan jumlah atlet, Jumat (14/11/2025) pukul 9.00 Wita. (Narasi Publik Media).

Tabel perbandingan jumlah atlet dan perolehan medali emas Porprov XII Kalsel.

Dari tabel di atas, terlihat beberapa poin menarik:

  • Tuan Rumah Tanah Laut memiliki jumlah atlet yang tinggi (ke dua terbanyak), berhasil meraih Medali Emas terbanyak (273), menunjukkan efektivitas kontingennya yang sangat tinggi.
  • Banjarmasin memiliki atlet terbanyak (1.192), namun meraih medali mmas terbanyak kedua (211).
  • Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki jumlah atlet yang paling kecil (260), namun mampu meraih 31 Medali Emas, menempatkannya di atas beberapa kabupaten dengan jumlah atlet yang jauh lebih besar (seperti Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, dan Balangan).
  • Banjarbaru dengan 904 atlet meraih 92 medali emas, menempati peringkat ketiga dalam
    perolehan medali.

 

Efektivitas Kekuatan

Kekuatan kontingen salah satunya bisa dilihat melalui jumlah atlet yang dikirim. Meski bisa dipengaruhi faktor status tuan rumah, keuangan, pelatih mupuni, pengalaman atlet, hingga semangat juang.

Peringkat klasemen mengutamakan medali emas, dan disusul perak dan perunggu jika ada kontingen yang memperoleh jumlah sama. Sehingga data hanya menampilkan medali emas, sebagai poin utama penilaian efektivitas kekuatan.

Terlebih, di Porprov XII ini, jumlah koleksi medali emas tidak ada yang sama dari tiap kontingen.

Maka, efektivitas bisa dihitung dari rasio medali emas berbanding jumlah atlet yang dikirim.

Peringkat rasio efektivitas jumlah atlet berbanding perolehan medali emas Porprov XII Kalsel. (Narasi Publik Media)

  • Tanah Laut berada di posisi teratas, menunjukkan efektivitas terbaik dengan rasio 0,245, artinya hampir seperempat dari setiap atletnya berhasil menyumbangkan medali emas.
  • Banjarmasin, meskipun memiliki medali emas terbanyak kedua, rasio efektivitasnya (0,177) sedikit di bawah Tanah Laut (0,245) karena jumlah atletnya juga lebih banyak
  • Hulu Sungai Selatan (HSS) menunjukkan efektivitas yang sangat baik (Rasio 0,119), meskipun jumlah atletnya paling sedikit (260), namun mampu menempati peringkat ke tiga.
  • Barito Kuala tak ketinggalan, hanya mengirim 270 atlet, mampu mengoleksi 23 emas, dengan peringkat rasio ke-5 atau 0,085.
  • Balangan dan Tabalong dengan rasio efektivitas terkecil.

HSS cukup mencolok pada Porprov XII Kalsel ini, dengan status juara bertahan, datang dengan kekuatan jumlah atlet terkecil. Hanya mengikuti separuh Cabor yakni 33 Cabor, dan tidak berpeluang mendapatkan ratusan medali emas dengan tidak mengikuti ratusan nomor tanding.

Meski sempat diremehkan, saat awal berada di juru  kunci, namun perlahan naik hingga sampai ke posisi 9, bahkan sempat masuk di barisan 5 besar.

Faktor keuangan yang menjadikan HSS turun dengan kekuatan kecil tersebut, namun datang dengan semangat membawa nama daerah.

  • Penulis: NPM
  • Editor: yat
expand_less