Hulu Sungai Tengah – Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon menggandeng komunitas pengemudi ojek online guna memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Agenda silaturahmi yang penuh kehangatan tersebut diselenggarakan pada Jumat, (14/8/2026), mulai pukul 09.00 WITA bertempat di Depot Alvon.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran kepolisian resor setempat didampingi oleh Kasat Intelkam serta Kasat Lantas untuk mendengar langsung denyut nadi permasalahan di lapangan.
Para pengemudi ojek online dinilai memiliki mobilitas harian yang sangat tinggi sehingga sangat potensial menjadi mitra strategis kepolisian dalam mendeteksi potensi kerawanan sosial.
“Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan ojek online, agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera dicarikan solusi bersama,” ujar Kapolres.
Dalam arahannya, perwira menengah melati dua tersebut secara khusus menekankan pentingnya membentengi diri dari pengaruh gelap barang haram serta bahaya laten narkotika.
“Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan berlalu lintas dan mutlak jauhi narkoba yang dapat merusak masa depan diri sendiri maupun keluarga tercinta,” tegasnya.
Ajakan preventif ini disambut antusias oleh para peserta yang hadir karena menyentuh langsung aspek keseharian profesi mereka di jalan raya.
Sementara itu, perwakilan pengemudi ojek online, Alpianor, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kepolisian yang membuka ruang dialog terbuka secara langsung.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bapak Kapolres dan jajaran yang sudah merangkul kami untuk berdiskusi santai namun sangat bermakna hari ini,” ungkap Alpianor.
“Komunitas ojol siap berkomitmen penuh membantu kepolisian dalam menjaga ketertiban berlalu lintas serta aktif mengawasi lingkungan sekitar dari ancaman kejahatan,” tambahnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diyakini mampu menciptakan rasa aman yang merata bagi seluruh pengguna jalan dan warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sinergitas berkelanjutan antara aparat penegak hukum dan pekerja sektor informal terbukti efektif menekan angka potensi gangguan kamtibmas secara preventif.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk merawat kedamaian daerah demi mewujudkan kenyamanan hidup masyarakat secara menyeluruh. (MDR)




