Banualogi

Gunung Halau-Halau Kalsel Ditutup Selamanya: Jaga Kelestarian dan Nilai Keramat

HULU SUNGAI TENGAH – Gunung (puncak) Halau-Halau, atau Gunung Bantai, atau Gunung Besar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ditutup selamanya untuk kunjungan umum.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan, terhadap nilai budaya dan kepercayaan masyarakat setempat, terhadap wilayah hutan dan adat yang ada pada gunung tertinggi di Kalsel tersebut.

Keputusan tersebut diambil dalam musyawarah yang digelar pada Jumat (1/5/2026) di Kantor Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Musyawarah dihadiri Pembakal Desa Juhu, Pembakal Desa Hinas Kiri, tokoh masyarakat dari kedua desa, Babinsa, perwakilan Kelompok Sadar Wisata, serta warga sekitar.

Kesepakatan penutupan tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui diskusi terbuka yang melibatkan seluruh pihak terkait demi kepentingan bersama.

Salah satu alasan utama di balik keputusan ini, adalah status gunung yang dianggap keramat dan sakral oleh warga, terutama bagi penduduk Desa Juhu dan Hinas Kiri.

“Gunung ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kami, sehingga perlindungannya menjadi tanggung jawab seluruh warga,” ujar Rubi, Sekretaris Desa Juhu.

Pernyataan itu disampaikannya pada Sabtu (2/5/2026) malam, melalui pesan singkat saat dimintai keterangan terkait keputusan tersebut.

Selain alasan kepercayaan, penutupan ini juga bertujuan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan gunung, agar tetap terjaga dari kerusakan berdasarkan kearifan lokal masyarakat adat.

Selama ini, Gunung Besar sering dikunjungi umum, untuk mendaki ke Puncak Halau-Halau atau tujuan lainnya.

Foto musyawarah terkait status Gunung Halau-Halau, dari akun FB Pemdes Juhu.

Namun keberadaannya harus dijaga sesuai dengan aturan dan nilai yang berlaku di masyarakat.

Pihak berwenang dan tokoh masyarakat akan bekerja sama, untuk mensosialisasikan keputusan ini kepada publik, agar dipahami dan dihormati oleh semua pihak.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga warisan budaya serta keindahan alam Gunung Halau-Halau untuk generasi mendatang. (mdr)