HULU SUNGAI TENGAH – Musibah kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk Kelurahan Barabai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 18.57 WITA.
Peristiwa terjadi di Gang Sawahan, Jalan Sarigading RT 04.
Lima buah rumah terbakar, saat warga baru saja menyelesaikan santapan buka puasa.
Empat rumah hangus total, dan satu unit lainnya rusak sebagian.
Bangunan yang terbakar rata-rata terbuat dari kayu, sehingga api cepat menjalar.
Tiga keluarga kehilangan barang berharga, hingga dokumen penting yang terbakar bersama rumahnya.
Dua rumah lain sedang kosong, karena digunakan sebagai tempat tinggal sementara.
Kobaran api yang menyambar cepat membuat warga panik, terutama karena sebagian besar masih dalam suasana berkumpul setelah buka puasa.
Beberapa warga mencoba membentuk barisan manusia, untuk menyelamatkan barang berharga dan membantu keluarga terdampak.
Namun, panas yang menyengat serta nyala yang menjalar cepat, membuat upaya tersebut terbatas.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah mendapat informasi kejadian, mengalami kendala, akibat jalan yang kecil dan padatnya pemukiman yang menyulitkan akses kendaraan besar.
Petugas bekerja selama hampir dua jam untuk memadamkan semua sumber api, dan mencegahnya menyebar ke rumah-rumah tetangga yang juga terbuat dari bahan yang mudah terbakar.
Setelah api benar-benar padam, tim penyelidikan segera memulai pemeriksaan lokasi, untuk mengungkap akar penyebab insiden ini.
Ketua RT 04 Kelurahan Barabai Utara, Budi berujar, diduga api pertama kali berasal dari rumah milik Erna, yang baru ditempati sekitar satu setengah bulan.
“Ya, api dimulai dari rumah milik Erna,” ujarnya.
Budi menjelaskan, penyebab pasti seperti korsleting atau faktor lain masih perlu diselidiki lebih mendalam, oleh pihak berwenang.
Rumah milik keluarga Sajidin (Lani) dengan 2 jiwa, hangus total beserta isinya.
Rumah Erna dengan 4 jiwa juga hangus total, tanpa satu pun barang bisa diselamatkan.
Rumah sewaan milik Barsah dan Ardi hancur hingga tidak tersisa apapun, karena saat kejadian tidak ditempati.
Hanya rumah Rahmat Khairi dengan 3 jiwa, keluarga yang bisa menyelamatkan sebagian bangunan dan dokumen pentingnya, meskipun 30 persen bagian rumah telah terbakar.
Tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini, namun trauma yang dialami oleh keluarga terdampak, terutama anak-anak yang menyaksikan rumah hancur berkobar menjadi beban tersendiri.
Budi berharap, penyelidikan akan segera menemukan akar penyebab kebakaran, agar insiden serupa tidak terulang lagi di pemukiman yang padat penduduk ini. (mdr)





