HULU SUNGAI TENGAH – Kecelakaan lalu lintas antara roda dua dan mobil truk, terjadi di Jalan Ambawang-Amuntai, Desa Binjai Pirua, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (30/1/2026) pagi.
Kejadian berlokasi dekat SMPN 13 HST, saat aktivitas masyarakat mulai berkembang dan arus kendaraan mulai meningkat.
Lokasi tersebut merupakan jalur penghubung penting antara kota Amuntai dan Barabai, yang sering menjadi titik rawan akibat bentuk jalan yang melengkung dan jarak antar jalur yang sempit.
Motor dengan nomor polisi DA 5132 FI, dikendarai Rahmatullah, warga Desa Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang sedang dalam perjalanan menuju Barabai.
“Motor datang dari arah Amuntai menuju Barabai, saat memasuki tikungan lokasi kejadian, kendaraan tersebut melebar ke jalur sebelah kanan,” jelas Kanit Gakkum Lantas Polres HST, Aipda Syamsuddin Noor.
Jalur yang ditempati oleh motor pada saat itu, sedang digunakan oleh truk dengan nomor polisi DA 8164 EJ, yang melaju searah dengan arah putaran tikungan.
“Hal ini menyebabkan benturan langsung antara kedua kendaraan,” tambahnya.
Setelah insiden terjadi, korban dengan kondisi tidak stabil segera dibawa oleh warga sekitar ke Rumah Sakit Haji Damnhuri (RSHD) Barabai.
Rahmatullah mengalami patah tulang pada kaki sebelah kiri, namun beruntung dirinya tidak terlindas roda truk yang bisa menyebabkan kondisi lebih parah.
Kondisi kedua kendaraan menunjukkan kerasnya benturan yang cukup signifikan.
Motor mengalami kerusakan berat dengan sebagian komponen body berada di bawah badan truk, sementara truk memiliki kerusakan pada bagian depan dan kaca yang retak parah.
Petugas lalu lintas melakukan penutupan sementara sebagian jalur, untuk memudahkan proses evakuasi dan pembersihan lokasi.
Polres HST mengingatkan seluruh pengguna jalan, untuk selalu memperhatikan kondisi jalan sekitar, terutama di area tikungan dan dekat fasilitas pendidikan.
Pemeriksaan kondisi kendaraan secara berkala serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. (mdr)

