Hulu Sungai Tengah

Bripda Tamsa Tiarap Antara Kaki Warga, Selamatkan Anak Kecil Tersangkut di Bawah Mobil

HULU SUNGAI TENGAH – Anggota Polres HST Bripda Muhammad Tamsa Wardhana menjadi orang pertama, yang memberikan pertolongan saat melihat kecelakaan lalu lintas dan menemukan anak kecil tersangkut di bawah mobil.

Peristiwa terjadi pada selasa (16/12/2025) ketika Bripda Tamsa baru pulang dari pemakaman neneknya di Desa Bungur, Kabupaten Balangan.

Dalam perjalanan pulang ke Barabai HST, ia melihat mobil yang telah mengalami kecelakaan dari kejauhan.

“Saya baru saja pulang dari pemakaman nenek saya di Desa Bungur, Kabupaten Balangan. Dalam perjalanan pulang itu, dari kejauhan saya melihat sebuah mobil yang sudah dalam keadaan kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Tamsa saat tiba di lokasi, tempatnya masih sepi, namun beberapa warga sudah mulai datang membantu.

Kodim 1002 Gelar Gerakan Indonesia Asri di Desa Rantau Keminting

Ia langsung menghampiri lokasi, dan melihat seorang ibu tergeletak sambil meminta tolong.

Situasi menjadi lebih genting, ketika ia menyadari bahwa bukan hanya ibu itu.

Ternyata, ada anak kecil yang kakinya terlihat di bawah kolong mobil.

“Awalnya saya tidak melihat ada anak kecil di bawah kolong mobil. Karena yang terdengar hanya suara ibu-ibu saja, suara anak kecil tidak ada. Setelah saya lihat ke bawah, ternyata saya melihat ada kaki anak kecil,” katanya.

Tanpa ragu, ia dan warga berusaha mengangkat mobil yang terhalang pasir.

Musrenbang Batara HST Usulkan Sejumlah Proyek Penting

Saat itu, ia tiarap melewati selangkangan warga, dan menarik perlahan anak tersebut untuk menyelamatkannya.

“Alhamdulillah, upaya itu berhasil. Anak yang mengalami luka lecet di kepala langsung diamankan ke pinggir lokasi dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Damanhuri Barabai oleh tim relawan. Semua orang fokus pada penyelamatan, sehingga tidak ada komunikasi khusus dengan keluarga korban atau warga sekitar,” terangnya.

Bripda Tamsa mengakui aksi tersebut murni lahir dari rasa kemanusiaan yang spontan.

“Spontan dan atas rasa kasihan melihat ibu yang minta tolong. Jadi spontan saja saya hampiri dan membantu di TKP,” tuturnya.

Kisah ini membuktikan bahwa di balik seragam Polri, ada hati yang selalu siap bergerak demi keselamatan sesama sesuai semangat pengabdian kepada masyarakat. (mdr)

Musrenbang Kecamatan Barabai Bahas Usulan Pembangunan 2027